Akurat Logo

Tujuh Kelompok Bersenjata Ethiopia Umumkan Aliansi Anti-Pemerintah

Fitra Iskandar | 21 September 2026, 19:47 WIB
Tujuh Kelompok Bersenjata Ethiopia Umumkan Aliansi Anti-Pemerintah

AKURAT.CO Konflik di Ethiopia memasuki babak baru setelah Front Pembebasan Rakyat Tigray (TPLF) mengumumkan pembentukan aliansi bersama tujuh kelompok bersenjata. Tujuan menggulingkan pemerintahan Perdana Menteri Abiy Ahmed dan membentuk pemerintahan transisi.

Pengumuman tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan militer di wilayah utara Ethiopia. Uni Afrika sebelumnya menyatakan bahwa pasukan pemerintah dan TPLF telah mengerahkan kekuatan besar di sepanjang perbatasan negara bagian Tigray dalam beberapa bulan terakhir.

TPLF Gandeng Fano dan OLA

Wakil Presiden TPLF, Amanuel Assefa, mengatakan aliansi itu dibangun setelah lebih dari satu tahun pembicaraan antarkelompok.

“Kami baru saja membentuk aliansi. Kami bekerja sama dengan beberapa kelompok dan tujuan kami adalah menyingkirkan rezim saat ini serta memfasilitasi pemerintahan transisi,” ujar Amanuel.

Aliansi tersebut terdiri dari tujuh organisasi bersenjata, yakni: Front Pembebasan Rakyat Tigray (TPLF), Milisi nasionalis Amhara Fano, Tentara Pembebasan Oromo (OLA), Front Pembebasan Nasional Ogaden (ONLF).

Selain itu, Afar Revolutionary Democratic Unity Front, Benishangul People's Liberation Movement, dan Gumuz People's Democratic Movement.

Menurut Amanuel, pemimpin Fano Zemene Kasse akan menjadi ketua aliansi tersebut.

Tuduh Pemerintah Dorong Ethiopia ke Ambang Perpecahan

Dalam pernyataan yang disiarkan langsung oleh Tigray TV pada Minggu malam, Zemene Kasse menyebut pemerintah pusat di Addis Ababa sebagai rezim diktator yang membawa Ethiopia menuju kehancuran nasional.

Hingga kini, pemerintah federal Ethiopia belum memberikan tanggapan resmi atas pengumuman pembentukan aliansi tersebut.

Analis: Tantangan Serius bagi Abiy Ahmed

Profesor Hubungan Internasional Universitas Colorado, Yohannes Woldemariam, menilai kerja sama antara kelompok-kelompok yang sebelumnya saling bermusuhan memiliki arti politik yang besar.

Menurutnya, strategi “pecah belah” yang selama ini dikaitkan dengan pemerintahan Abiy Ahmed berpotensi melemah apabila aliansi tersebut mampu mempertahankan persatuan.

Namun, pandangan berbeda disampaikan pakar Tanduk Afrika dari Oslo New University College, Kjetil Tronvoll. Ia meragukan kemampuan aliansi untuk menggulingkan pemerintah karena militer Ethiopia memiliki keunggulan teknologi, termasuk penggunaan drone tempur.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.