Tujuh Kelompok Bersenjata Ethiopia Umumkan Aliansi Anti-Pemerintah

AKURAT.CO Konflik di Ethiopia memasuki babak baru setelah Front Pembebasan Rakyat Tigray (TPLF) mengumumkan pembentukan aliansi bersama tujuh kelompok bersenjata. Tujuan menggulingkan pemerintahan Perdana Menteri Abiy Ahmed dan membentuk pemerintahan transisi.
Pengumuman tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan militer di wilayah utara Ethiopia. Uni Afrika sebelumnya menyatakan bahwa pasukan pemerintah dan TPLF telah mengerahkan kekuatan besar di sepanjang perbatasan negara bagian Tigray dalam beberapa bulan terakhir.
TPLF Gandeng Fano dan OLA
Wakil Presiden TPLF, Amanuel Assefa, mengatakan aliansi itu dibangun setelah lebih dari satu tahun pembicaraan antarkelompok.
“Kami baru saja membentuk aliansi. Kami bekerja sama dengan beberapa kelompok dan tujuan kami adalah menyingkirkan rezim saat ini serta memfasilitasi pemerintahan transisi,” ujar Amanuel.
Aliansi tersebut terdiri dari tujuh organisasi bersenjata, yakni: Front Pembebasan Rakyat Tigray (TPLF), Milisi nasionalis Amhara Fano, Tentara Pembebasan Oromo (OLA), Front Pembebasan Nasional Ogaden (ONLF).
Selain itu, Afar Revolutionary Democratic Unity Front, Benishangul People's Liberation Movement, dan Gumuz People's Democratic Movement.
Menurut Amanuel, pemimpin Fano Zemene Kasse akan menjadi ketua aliansi tersebut.
Tuduh Pemerintah Dorong Ethiopia ke Ambang Perpecahan
Dalam pernyataan yang disiarkan langsung oleh Tigray TV pada Minggu malam, Zemene Kasse menyebut pemerintah pusat di Addis Ababa sebagai rezim diktator yang membawa Ethiopia menuju kehancuran nasional.
Hingga kini, pemerintah federal Ethiopia belum memberikan tanggapan resmi atas pengumuman pembentukan aliansi tersebut.
Analis: Tantangan Serius bagi Abiy Ahmed
Profesor Hubungan Internasional Universitas Colorado, Yohannes Woldemariam, menilai kerja sama antara kelompok-kelompok yang sebelumnya saling bermusuhan memiliki arti politik yang besar.
Menurutnya, strategi “pecah belah” yang selama ini dikaitkan dengan pemerintahan Abiy Ahmed berpotensi melemah apabila aliansi tersebut mampu mempertahankan persatuan.
Namun, pandangan berbeda disampaikan pakar Tanduk Afrika dari Oslo New University College, Kjetil Tronvoll. Ia meragukan kemampuan aliansi untuk menggulingkan pemerintah karena militer Ethiopia memiliki keunggulan teknologi, termasuk penggunaan drone tempur.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 18 September 2026: Watak Weton Jumat Pon, Bijak dan Mudah Bergaul
- 2Persija Banding Sanksi Komdis PSSI, 2 Larangan Laga Kandang Jadi Sorotan
- 3Kalender Jawa 19 September 2026: Watak Weton Sabtu Wage, Setia dan Berpendirian Kuat
- 4FIFA ASEAN Cup: PSSI Rilis 23 Pemain Timnas Indonesia, Jay Idzes dan Beckham Putra Absen
- 5Soal Dualitas Alumni Universitas Trisakti, Menteri Maman: Hanya Ada Satu Ikatan yakni IKA Trisakti
- 6Prediksi Skor Roma vs Inter 19 September 2026: Duel Dua Tim Sempurna di Olimpico
- 7Gerindra Buka Pintu Koalisi 2029, Begini Respons PDIP
- 8Prediksi Skor Sevilla vs Barcelona 20 September 2026: Blaugrana Diprediksi Menang
- 9Sidang Sudewo Ricuh, KPK Tegaskan Tuntutan Disusun Berdasarkan Fakta
- 10Nama BRAN Diganti Jadi LPRA dalam RUU Reforma Agraria





