Penembakan Massal di Sekolah Thailand, 7 Tewas Termasuk Pelaku, 15 Orang Terluka

AKURAT.CO Seorang siswa melepaskan tembakan di sebuah sekolah di Provinsi Nonthaburi, pinggiran barat laut Bangkok, Thailand, pada Jumat (7/8/2026). Sedikitnya tujuh orang tewas, termasuk pelaku penembakan, dan 15 lainnya mengalami luka-luka.
Kepolisian Thailand mengungkapkan bahwa pelaku lebih dahulu membunuh kedua kakek-neneknya di rumah sebelum mendatangi Sekolah Debsirin Nonthaburi dan melakukan aksi penembakan terhadap guru serta siswa. Setelah melancarkan aksinya, pelaku mengakhiri hidupnya sendiri.
Pelaku Tembakkan Puluhan Peluru ke Area Sekolah
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, pelaku melepaskan sedikitnya 26 tembakan selama serangan berlangsung. Polisi juga menemukan 34 butir amunisi yang belum digunakan di lokasi kejadian.
Menteri Pendidikan Thailand, Prasert Jantararuangtong, mengatakan korban tewas dan luka terdiri atas guru maupun siswa. Namun, hingga kini pihak berwenang belum merinci identitas maupun jumlah korban dari masing-masing kelompok.
Juru bicara Kepolisian Nasional Thailand, Letnan Kolonel Trirong Phophan, memastikan pelaku termasuk di antara korban meninggal dunia, sementara sedikitnya 15 orang lainnya masih menjalani perawatan akibat luka tembak.
Kepanikan Warnai Evakuasi Korban
Suasana mencekam terjadi sesaat setelah suara tembakan terdengar di lingkungan sekolah. Ratusan siswa berhamburan keluar dari gedung untuk menyelamatkan diri, sementara petugas medis dan tim penyelamat segera mengevakuasi korban menggunakan ambulans.
Sejumlah guru tampak saling menguatkan di tengah kepanikan ketika tim penyelamat memberikan pertolongan kepada korban yang terluka.
Seorang siswa berusia 18 tahun mengaku awalnya mengira suara tembakan berasal dari petasan.
"Saya tidak langsung berpikir itu suara tembakan. Saya mendengar bunyi keras berkali-kali, lalu sempat hening, kemudian terdengar lagi," ujarnya.
Guru Tewas, Korban Luka Ditemukan di Beberapa Lokasi
Petugas tanggap darurat, Kiatikhun Verapongpradith, mengatakan timnya tiba ketika penembakan masih berlangsung. Mereka langsung memberikan pertolongan kepada sejumlah siswa yang mengalami luka tembak di bagian punggung, dada, dan lengan.
Tim penyelamat juga menemukan seorang guru laki-laki telah meninggal dunia di salah satu lantai atas sekolah. Sementara seorang guru perempuan ditemukan dalam kondisi kritis dengan luka tembak di dada dan lengan.
Petugas medis sempat melakukan resusitasi jantung paru (CPR) selama sekitar 30 menit. Namun, nyawa korban tidak berhasil diselamatkan dan ia dinyatakan meninggal di rumah sakit.
Pemerintah Thailand Beri Pendampingan kepada Korban
Pihak otoritas Distrik Nonthaburi mencatat Sekolah Debsirin Nonthaburi memiliki sekitar 3.100 siswa dan 147 guru pada tahun ajaran 2025.
Wakil Menteri Pendidikan Thailand Akkharanan Kannakittinan mengatakan pemerintah tengah berkoordinasi untuk memberikan bantuan, pendampingan psikologis, dan dukungan kepada para korban serta keluarga yang terdampak tragedi tersebut.
Penembakan Sekolah Kedua di Thailand Tahun Ini
Insiden di Debsirin Nonthaburi menjadi kasus penembakan di sekolah kedua di Thailand sepanjang tahun ini. Pada Februari lalu, seorang guru tewas dan seorang siswa terluka dalam penembakan di sebuah sekolah di wilayah selatan negara tersebut.
Thailand dalam beberapa tahun terakhir berulang kali diguncang aksi penembakan massal meski pemerintah telah berupaya memperketat regulasi kepemilikan senjata api.
Pada 2022, seorang mantan polisi menewaskan 36 orang, termasuk 22 anak-anak, dalam serangan di sebuah pusat penitipan anak di timur laut Thailand.
Kasus serupa juga terjadi pada Juli 2025 ketika seorang pria bersenjata menewaskan lima orang di sebuah pasar di Bangkok sebelum bunuh diri. Sebelumnya, pada 2023, seorang remaja berusia 14 tahun menembak mati dua orang di sebuah pusat perbelanjaan di Bangkok. Sementara pada 2020, seorang prajurit melakukan penembakan massal di Nakhon Ratchasima yang menewaskan 29 orang.
Sumber: Indiatoday
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Unggah Video Veda Ega Pratama Salip David Munoz, Akun Resmi MotoGP 'Diserbu' Netizen
- 2Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 3Komposisi Pemain Asing Persija Belum Penuh, Manajer Minta Soal Skuad Percayakan ke Shin Tae-yong
- 4Diduga Singgung Status Pendatang Shin Tae-yong, Direktur Teknik Java United Lakukan Rasisme?
- 5Kalender Jawa 21 September 2026: Watak Weton Senin Legi, Sopan dan Mudah Bergaul
- 6Asian Games: Pebulutangkis Juara Dunia Junior Thailand Dinyatakan Positif Doping
- 7Bantah Tuduhan Konspirasi Wasit, Presiden La Liga Sebut Real Madrid Hidup di 'Dunia Lain'
- 8Jose Mourinho Tunjukkan Gambar Pelanggaran, Babak Baru Perang Real Madrid dan Wasit?
- 9Prabowo Perkuat Industri Tekstil, Lindungi Jutaan Pekerja dan Produk Nasional
- 10Utang BLBI Warisan 98 Lunas, Menkeu: Presiden Prabowo Sambut Baik Penyelesaian Ini








