Kereta Barang Tabrak Bus Penumpang di Bangkok, 8 Tewas dan Puluhan Luka-luka

AKURAT.CO Sebuah kereta barang berkecepatan tinggi menabrak bus penumpang yang terjebak di perlintasan rel di pusat Kota Bangkok. Insiden ini menyebabkan sedikitnya delapan orang tewas dan lebih dari 30 lainnya mengalami luka-luka.
Benturan keras terjadi pada Sabtu sore sekitar pukul 15.40 waktu setempat di dekat Stasiun Makkasan, salah satu jalur vital di ibu kota Thailand. Bus milik otoritas transportasi itu dilaporkan berhenti mendadak akibat kemacetan parah hingga posisinya tepat berada di atas rel kereta.
Dalam hitungan detik, kereta barang yang melaju kencang menghantam bagian samping bus dan menyeret kendaraan tersebut puluhan meter. Tangki bahan bakar bus kemudian meledak dan memicu kobaran api besar yang langsung melahap kendaraan di sekitar lokasi.
Puluhan ambulans dan mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk mengevakuasi korban serta memadamkan api yang menyebar cepat. Petugas pemadam berhasil mengendalikan kebakaran dalam waktu sekitar 20 menit, namun sejumlah korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan.
Saksi mata menggambarkan suasana mencekam saat kecelakaan terjadi. Seorang pengendara motor mengatakan bus tidak memiliki ruang untuk bergerak maju maupun mundur karena terjebak kemacetan di tengah perlintasan rel.
“Api langsung membesar setelah tabrakan. Pecahan ledakan sampai mengenai kendaraan yang parkir tidak jauh dari lokasi,” ujar saksi tersebut.
Baca Juga: Aksi Perempuan Mengacungkan Pisau di Jalanan Gegerkan Bangkok
Saksi lain menyebut jumlah korban kemungkinan bisa jauh lebih besar jika kecelakaan terjadi pada jam sibuk hari kerja. Beberapa korban dengan luka bakar serius langsung dilarikan ke rumah sakit di Bangkok untuk menjalani operasi darurat.
Pihak kepolisian dan kejaksaan Thailand kini membuka penyelidikan besar-besaran guna mengungkap penyebab pasti kecelakaan maut tersebut. Data digital kereta dan rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi telah diamankan sebagai barang bukti.
Hasil investigasi awal mengarah pada dugaan kelalaian teknis serius pada sistem pengaman perlintasan kereta. Palang pintu otomatis dilaporkan tidak turun saat kereta mendekat, sementara lampu peringatan juga disebut tidak menyala sehingga pengendara tidak mendapat tanda bahaya.
Otoritas Perkeretaapian Thailand kini berada di bawah tekanan publik karena dianggap lalai melakukan perawatan sistem keselamatan di jalur rel. Sejumlah anggota parlemen mendesak pejabat yang bertanggung jawab atas operasional jalur tersebut segera dinonaktifkan hingga proses hukum selesai.
Insiden ini kembali menyoroti krisis keselamatan transportasi di Thailand yang selama ini menjadi perhatian dunia internasional. Berdasarkan laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Thailand termasuk negara dengan tingkat kematian akibat kecelakaan lalu lintas tertinggi di dunia.
Tragedi terbaru di Bangkok juga mengingatkan publik pada insiden kebakaran bus sekolah di utara Thailand yang sebelumnya menewaskan 23 anak-anak. Kini, pemerintah Thailand berjanji memberikan kompensasi darurat bagi keluarga korban dan mempercepat evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan transportasi nasional.
Sumber: Voiceofemirates
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 3Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 4Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 5Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 6Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 7Cara Login dan Mengisi Aplikasi Sahabat KBC Kemenag untuk Guru dan Murid
- 8Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 9Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang
- 10Survei PPI: Mayoritas Publik Puas dengan Kinerja Pemerintah dan Presiden Prabowo





