Banjir Assam India Tewaskan 78 Orang, Lebih dari 1,1 Juta Warga Terdampak

AKURAT.CO Bencana banjir besar yang melanda negara bagian Assam, India timur laut, telah menewaskan sedikitnya 78 orang. Pemerintah setempat menyebut jutaan warga terdampak akibat banjir yang semakin meluas di berbagai wilayah.
Otoritas Penanggulangan Bencana Negara Bagian Assam (Assam State Disaster Management Authority) mengatakan pihaknya masih terus memantau kondisi banjir dan menjalankan operasi penyelamatan serta bantuan bagi masyarakat yang terdampak.
"Operasi bantuan dan penyelamatan masih berlangsung untuk mendukung komunitas yang terdampak," kata otoritas tersebut melalui unggahan di platform media sosial X.
Lebih dari 1,1 Juta Warga Terdampak Banjir
Kepala Menteri Assam Himanta Biswa Sarma mengungkapkan, lebih dari 1,1 juta orang telah terdampak akibat bencana banjir tersebut.
Selain korban meninggal dunia, delapan orang lainnya masih dilaporkan hilang. Pemerintah juga telah mengoperasikan sekitar 1.718 pusat pengungsian untuk menampung warga yang terpaksa meninggalkan rumah mereka akibat banjir.
Tim penyelamat dan aparat lokal terus dikerahkan untuk membantu evakuasi serta menyalurkan kebutuhan dasar kepada masyarakat di wilayah terdampak.
Hujan Lebat Masih Mengancam Assam
Situasi banjir diperkirakan belum akan segera membaik. Departemen Meteorologi India (India Meteorological Department/IMD) memperkirakan hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat masih akan mengguyur sejumlah wilayah Assam dalam tiga hingga empat hari ke depan.
Otoritas bencana Assam mengimbau masyarakat tetap waspada dan menghindari perjalanan yang tidak diperlukan selama periode hujan ekstrem.
"Warga disarankan untuk tetap berhati-hati dan menghindari perjalanan yang tidak perlu saat hujan deras berlangsung," demikian pernyataan otoritas setempat.
Banjir musiman menjadi salah satu bencana rutin di Assam, terutama saat curah hujan tinggi menyebabkan sungai-sungai utama meluap. Wilayah ini juga dikenal sebagai salah satu daerah paling rentan terhadap dampak perubahan iklim dan cuaca ekstrem di India.
Sumber: Anadolu
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Trump Akui AS Kembali Serang Iran, Sistem Pertahanan Udara Dihancurkan dalam Hitungan Menit
- 2Moto3 Qatar, Hiroshi Aoyama Terima Penalti Veda Ega Pratama, Tegaskan 'Feeling' Pembalap Bagus
- 3Jadwal MotoGP Qatar 2026 Terbaru, Cek Jam Tayang Sprint Race dan Balapan Utama
- 4Kalender Jawa 6 November 2026: Weton Jumat Pahing, Wataknya Dikenal Gigih dan Ambisius
- 5Arab Saudi Ikuti Jejak Timnas Indonesia, Batalkan Laga Melawan Yordania
- 6KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut KAI Bobby Rasyidin dalam Korupsi Digitalisasi SPBU
- 7Kapten Melbourne Victory Lompat Pagar, Labrak Suporter Usai Timnya Dipermalukan Persib
- 8Ditekan Anggota Kongres, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth Tegaskan Menolak Pemakzulan
- 9Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Duta Besar LBBP Negara Sahabat, Ini Daftarnya
- 10Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar








