Akurat

Hujan Lebat Sebabkan Banjir di Gaza, Ribuan Pengungsi Palestina Kehilangan Tempat Berteduh

Fitra Iskandar | 26 November 2025, 10:58 WIB
Hujan Lebat Sebabkan Banjir di Gaza, Ribuan Pengungsi Palestina Kehilangan Tempat Berteduh


AKURAT.CO Hujan deras yang mengguyur Jalur Gaza pada Selasa (25/11) memicu banjir yang merendam ribuan tenda pengungsi Palestina. Banyak dari mereka kini menghadapi musim dingin tanpa tempat tinggal layak.

Sebagian besar dari lebih dari dua juta penduduk Gaza kehilangan rumah akibat perang darat dan serangan udara Israel sejak konflik pecah setelah serangan Hamas pada Oktober 2023. Banyak warga kini tinggal di tenda sementara atau bangunan darurat yang tidak mampu melindungi dari cuaca ekstrem.

Meski gencatan senjata relatif bertahan sejak pertengahan Oktober, kondisi Gaza masih memprihatinkan. Infrastruktur dasar hancur, dan kawasan permukiman padat rusak parah akibat perang yang berlangsung dua tahun.

“Penderitaan ini sudah luar biasa. Hujan turun deras padahal musim dingin baru dimulai,” ujar Um Ahmed Aowdah, salah satu pengungsi. “Tenda dan terpal kami sudah dipakai lebih dari dua tahun. Semuanya sudah rusak.”

Menurut Amjad Al-Shawa, Kepala Jaringan LSM Palestina, setidaknya 300.000 tenda baru dibutuhkan untuk menampung sekitar 1,5 juta warga yang masih mengungsi.

Layanan Pertahanan Sipil Palestina melaporkan ribuan tenda rusak atau terendam air dalam sepekan terakhir. Di beberapa lokasi, banjir mencapai ketinggian 40–50 sentimeter, menyebabkan sejumlah tenda hanyut. Sebuah rumah sakit lapangan juga terpaksa menghentikan operasional akibat banjir.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan tengah berupaya memasok kebutuhan musim dingin ke Gaza. Namun jumlah truk bantuan yang dapat masuk ke wilayah tersebut masih terbatas karena pembatasan yang diberlakukan Israel.

Otoritas Gaza yang dipimpin Hamas menyatakan Israel tidak memenuhi komitmen jumlah bantuan sesuai kesepakatan gencatan senjata. Organisasi kemanusiaan internasional juga melaporkan banyak barang penting tertahan.

Israel membantah tuduhan tersebut dan menegaskan telah mematuhi kesepakatan. Israel menyebut keterlambatan distribusi terjadi karena lemahnya koordinasi lembaga bantuan serta pencurian oleh kelompok Hamas. Hamas sudah membantah tuduhan tersebut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.