Trump Tegaskan kepada Starmer: Jangan Serahkan Kepulauan Chagos ke Mauritius

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyerukan kepada Perdana Menteri Inggris Sir Keir Starmer agar tidak menyerahkan Kepulauan Chagos kepada Mauritius. Ia menyebut rencana itu sebagai “kesalahan besar” dan sebuah noda dalam hubungan aliansi antara AS dan Inggris.
Dalam unggahan di platform media sosial Truth Social, Trump menulis terang-terangan: “JANGAN SERAHKAN DIEGO GARCIA!” dan menegaskan bahwa basis militer di pulau tersebut bisa sangat dibutuhkan dalam operasi militer masa depan untuk “menghapus potensi serangan” dari Iran.
Pernyataan Trump muncul sehari setelah Departemen Luar Negeri AS menyatakan dukungan terhadap kesepakatan yang dimaksud. Kesepakatan itu, yang dibuat pada 2025, menetapkan bahwa Inggris akan mengalihkankan kedaulatan Kepulauan Chagos kepada Mauritius, namun tetap mempertahankan kontrol atas basis strategis di Diego Garcia melalui perjanjian sewa selama 99 tahun.
Rencana tersebut memerlukan Inggris membayar sekitar £35 miliar kepada Mauritius selama satu abad ke depan untuk menyewa kembali basis militer itu.
Namun Trump menilai perjanjian sewa itu tidak memadai. Dalam unggahannya, ia menulis bahwa Starmer “seharusnya tidak kehilangan kendali atas Diego Garcia untuk alasan apa pun” dengan masuk ke dalam sewa yang oleh Trump disebut “lemah, paling baik pun”. Ia menambahkan bahwa jika tanah itu diambil dari Inggris, hal itu akan menjadi “noda pada sekutu besar kami”.
Trump juga menyatakan bahwa Perdana Menteri Inggris “kehilangan kendali atas pulau penting ini oleh klaim entitas yang sebelumnya tidak dikenal”.
Ketegangan ini terjadi di tengah peningkatan kekuatan militer AS di dekat Iran, di mana Trump mempertimbangkan kemungkinan penggunaan kekuatan militer, termasuk pengiriman kelompok kapal induk kedua ke kawasan tersebut. Laporan media luar negeri bahkan menyebut kemungkinan serangan AS terhadap Iran dapat terjadi dalam beberapa minggu atau hari mendatang.
Isu Kepulauan Chagos sendiri telah menjadi sengketa kedaulatan selama puluhan tahun setelah wilayah itu tidak diberikan kemerdekaan bersama dengan Mauritius pada 1960-an. Penduduk Chagossian kemudian diusir untuk memberi ruang bagi pembangunan basis militer, dan selama bertahun-tahun mereka memperjuangkan hak untuk kembali.
Komentar terbaru Trump juga menandai perubahan dari posisinya sebelumnya terhadap perjanjian itu. Awal Februari, ia sempat mendukung kesepakatan Starmer dengan mengatakan itu adalah “yang terbaik yang bisa dilakukan” oleh perdana menteri Inggris, meskipun sebelumnya ia pernah menyebutnya “tindakan kebodohan besar”.
Kritik Trump turut memicu reaksi dari politikus Inggris. Shadow Foreign Secretary Dame Priti Patel menyebut serangan publik Trump sebagai “aib” bagi Starmer dan mendesak agar kesepakatan itu dibatalkan sepenuhnya.
Pemerintah Inggris sendiri menegaskan bahwa kesepakatan tersebut diperlukan untuk melindungi masa depan jangka panjang basis militer strategis itu, terutama setelah keputusan pengadilan internasional yang dianggap mengancam keberlanjutan keberadaan militer di Diego Garcia. Juru bicara Foreign, Commonwealth and Development Office menyatakan bahwa perjanjian ini adalah satu-satunya cara untuk menjamin keberlangsungan fasilitas penting tersebut dan menjaga keamanan Inggris serta sekutu utamanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









