Akurat

Rumah Kelahiran Adolf Hitler di Austria Disulap Jadi Kantor Polisi, Tuai Pro dan Kontra

Fitra Iskandar | 21 Februari 2026, 17:29 WIB
Rumah Kelahiran Adolf Hitler di Austria Disulap Jadi Kantor Polisi, Tuai Pro dan Kontra

AKURAT.CO Pemerintah Austria resmi mengubah rumah kelahiran Adolf Hitler di Braunau am Inn menjadi kantor polisi. Kebijakan ini memunculkan beragam reaksi dari warga setempat dan aktivis, terutama terkait cara Austria menghadapi warisan sejarah kelam era Nazi.

Bangunan yang terletak di pusat kota Braunau am Inn, dekat perbatasan Jerman, itu merupakan tempat Hitler lahir pada 20 April 1889 dan sempat tinggal di masa kecilnya.

Upaya “Menetralkan” Situs Bersejarah

Pemerintah Austria menyatakan tujuan utama alih fungsi gedung tersebut adalah untuk “menetralisir” lokasinya agar tidak menjadi tempat ziarah kelompok ekstrem kanan.

Pada 2016, pemerintah mengesahkan undang-undang untuk mengambil alih bangunan yang sudah lama terbengkalai itu dari pemilik pribadinya. Proses renovasi kini hampir rampung, dan Kementerian Dalam Negeri menyebut kantor polisi akan mulai beroperasi pada kuartal kedua 2026.

Di depan bangunan itu terpasang batu peringatan bertuliskan: “Untuk Perdamaian, Kebebasan, dan Demokrasi. Jangan Pernah Lagi Fasisme. Jutaan Korban Mengingatkan.”

Warga Terbelah

Sejumlah warga menilai langkah tersebut sebagai keputusan yang “bermata dua”. Di satu sisi, alih fungsi menjadi kantor polisi diyakini dapat mencegah lokasi itu dimanfaatkan kelompok ekstrem kanan sebagai simbol atau tempat berkumpul.

Namun, ada pula yang menilai bangunan itu seharusnya dimanfaatkan sebagai ruang edukasi sejarah. Beberapa kalangan mengusulkan agar rumah tersebut dijadikan pusat dialog tentang perdamaian dan refleksi sejarah Holocaust.

Penulis sekaligus anggota Komite Mauthausen Austria yang mewakili korban Holocaust, Ludwig Laher, menilai penggunaan bangunan sebagai kantor polisi bisa menjadi persoalan tersendiri. Ia berpendapat kantor polisi tetap merupakan institusi negara yang dalam sistem politik apa pun bertugas melindungi kepentingan pemerintah.

Selain itu, biaya renovasi yang mencapai 20 juta euro atau sekitar USD 24 juta juga menuai kritik dari sebagian warga.

Latar Belakang Politik Austria

Perdebatan ini kembali menyoroti hubungan Austria dengan masa lalunya. Negara itu dianeksasi oleh Jerman Nazi pada 1938 dan selama bertahun-tahun dikritik karena dinilai belum sepenuhnya mengakui tanggung jawab atas Holocaust.

Sekitar 65.000 warga Yahudi Austria tewas dan 130.000 lainnya dipaksa mengungsi selama pemerintahan Nazi.

Dalam perkembangan politik terbaru, Partai Kebebasan Austria (FPÖ)—yang didirikan oleh mantan anggota Nazi—memimpin jajak pendapat usai meraih suara terbanyak dalam pemilu nasional 2024, meski gagal membentuk pemerintahan.

Tahun lalu, dua nama jalan di Braunau am Inn yang berkaitan dengan tokoh Nazi juga resmi diganti setelah desakan panjang dari para aktivis.

Langkah mengubah rumah kelahiran Hitler menjadi kantor polisi pun dinilai sebagai bagian dari upaya Austria menghadapi masa lalu sekaligus mencegah kebangkitan simbol-simbol ekstremisme di ruang publik.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.