Akurat

Bercanda Soal Bom di Media Sosial, Pria Vietnam Langsung Berurusan dengan Polisi

Fitra Iskandar | 24 Desember 2025, 09:42 WIB
Bercanda Soal Bom di Media Sosial, Pria Vietnam Langsung Berurusan dengan Polisi


AKURAT.CO Iseng berujung di kantor polisi. Ini yang dialami seorang pria Vietnam. Ia dipanggil polisi setelah mengunggah komentar bernada ancaman bom terhadap Bandara Internasional Long Thanh melalui media sosial.

Kepolisian Provinsi Dong Nai pada 23 Desember menyatakan tengah merampungkan proses penanganan kasus tersebut. Polisi menegaskan, pemanggilan dilakukan sebagai langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang serta demi menjaga keamanan dan ketertiban di kawasan bandara.

Insiden itu terjadi pada 17 Desember, saat warganet ramai membagikan informasi mengenai pendaratan uji coba teknis pertama di Bandara Long Thanh. Melalui akun anonim, pria tersebut menuliskan komentar, “Siapkan satu juta dolar untuk saya, atau saya akan membuat bandara ini meledak.”

Komentar tersebut segera terdeteksi aparat. Unit keamanan internal kepolisian Dong Nai, bekerja sama dengan sejumlah satuan terkait, berhasil menelusuri akun tersebut dan mengidentifikasi pelaku dalam waktu kurang dari 24 jam.

Saat diperiksa di kantor polisi, pria itu mengakui telah menuliskan komentar tersebut hanya sebagai bahan candaan. Ia berdalih tidak memahami ketentuan hukum serta tidak menyadari keseriusan dan dampak dari pernyataan bernada ancaman tersebut.

Polisi kemudian memberikan penjelasan bahwa segala bentuk ancaman terorisme, termasuk komentar, unggahan, atau pernyataan di ruang digital, dilarang keras berdasarkan hukum Vietnam dan dapat dikenai sanksi sesuai peraturan yang berlaku.

Bandara Internasional Long Thanh, yang terletak sekitar 40 kilometer dari Kota Ho Chi Minh, mencatat tiga pendaratan resmi perdana pada 19 Desember setelah sebelumnya menjalani serangkaian uji coba teknis.

Tahap pertama pembangunan bandara ini mencakup area seluas 1.810 hektare dan dirancang untuk melayani hingga 25 juta penumpang serta 1,2 juta ton kargo per tahun. Proyek tersebut mulai dibangun pada Januari 2021 dan ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada pertengahan 2026.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.