Akurat

Mengapa Terkuaknya Hubungan Epstein dan Mandelson Mengguncang Politik Inggris?

Fitra Iskandar | 6 Februari 2026, 07:36 WIB
Mengapa Terkuaknya Hubungan Epstein dan Mandelson Mengguncang Politik Inggris?

AKURAT.CO Terungkapnya dokumen terbaru kasus Jeffrey Epstein memicu guncangan serius di panggung politik Inggris. Nama Peter Mandelson, Duta Besar Inggris untuk Amerika Serikat sekaligus tokoh senior Partai Buruh, terseret karena relasinya dengan Epstein — miliarder yang terlibat kasus kejahatan seksual terhadap anak di bawah umur.

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer kini berada di bawah tekanan politik setelah menyatakan akan membuka proses pemeriksaan latar belakang (vetting) saat Mandelson ditunjuk sebagai dubes pada Desember 2024. Perkara ini berkembang dari isu hubungan pribadi menjadi persoalan etik, potensi pelanggaran hukum, dan kredibilitas kepemimpinan pemerintah.

Apa Temuan Baru dari Dokumen Epstein?

Rilis terbaru dokumen penyelidikan Epstein oleh otoritas Amerika Serikat berisi jutaan halaman arsip, termasuk email, catatan transaksi, serta berbagai materi digital. Dari dokumen tersebut terungkap bahwa Mandelson tetap menjalin komunikasi dengan Epstein bahkan setelah Epstein menjalani hukuman pada 2008 dalam kasus prostitusi anak di bawah umur.

Arsip keuangan juga menunjukkan adanya tiga transaksi dengan total sekitar 75.000 dolar AS yang mengalir ke rekening yang terkait dengan Mandelson atau pasangannya. Selain itu, korespondensi email memperlihatkan hubungan yang tidak sekadar formal, melainkan cukup dekat dan berkelanjutan selama beberapa tahun.

Yang paling memicu kekhawatiran adalah indikasi bahwa Mandelson sempat membagikan informasi ekonomi yang bersifat sensitif dan berpotensi bernilai finansial bagi Epstein. Mandelson membantah mengingat pernah menerima dana tersebut dan menyatakan akan memeriksa keaslian dokumen yang beredar.

Dugaan Kebocoran Informasi Sensitif

Sorotan utama kini tertuju pada dugaan bahwa Mandelson membocorkan informasi pasar yang belum dipublikasikan saat ia menjabat menteri bisnis pada periode setelah krisis finansial global.

Dalam salah satu email, Mandelson memberi tahu Epstein tentang rencana bailout bank Eropa senilai 500 miliar euro hanya sehari sebelum kebijakan itu diumumkan secara resmi. Jika terbukti benar, tindakan tersebut dapat dikategorikan sebagai pelanggaran jabatan publik karena menyangkut informasi strategis pemerintah.

Kepolisian Inggris telah membuka penyelidikan pidana atas dugaan pelanggaran jabatan publik yang terkait dengan hubungan dan komunikasi Mandelson dengan Epstein. Dalam sistem hukum Inggris, pelanggaran jenis ini termasuk berat dan dapat berujung hukuman penjara seumur hidup.

Siapa Peter Mandelson?

Peter Mandelson merupakan politisi senior Partai Buruh dan figur kunci dalam pemerintahan Inggris pada era Perdana Menteri Tony Blair dan Gordon Brown. Ia pernah memegang sejumlah portofolio menteri penting dan dikenal sebagai salah satu arsitek strategi politik Partai Buruh modern.

Setelah Partai Buruh kembali berkuasa pada 2024, Mandelson ditunjuk sebagai Duta Besar Inggris untuk Amerika Serikat. Namun masa jabatannya berakhir setelah email-emailnya dengan Epstein terungkap ke publik. Ia juga mengundurkan diri dari keanggotaan Partai Buruh dengan alasan tidak ingin menambah beban politik bagi partai.

Kontroversi ini bukan yang pertama dalam kariernya. Pada 1998 dan 2001, Mandelson juga pernah mundur dari jabatan menteri akibat dugaan pelanggaran etik.

Permintaan Maaf dan Penyesalan Keir Starmer

Keir Starmer menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada para korban Epstein karena tetap menunjuk Mandelson meski mengetahui keduanya saling mengenal. Ia menegaskan bahwa saat proses penunjukan berlangsung, timnya tidak mengetahui seberapa dalam dan problematis hubungan tersebut.

Starmer menuduh Mandelson telah berulang kali memberikan keterangan yang tidak benar ketika dimintai penjelasan mengenai relasinya dengan Epstein. Ia menyatakan penunjukan itu tidak akan pernah terjadi seandainya seluruh fakta telah diketahui sejak awal.

Perdana menteri berjanji akan membuka dokumen proses vetting, memerintahkan audit mendesak atas seluruh kontak Mandelson dengan Epstein selama berada di pemerintahan, serta merilis sebagian besar materi ke publik dengan pengecualian yang menyangkut keamanan nasional, hubungan internasional, dan penyelidikan aktif.

Mengapa Kasus Ini Mengguncang Politik Inggris?

Dampak politik kasus ini sangat besar karena menyentuh inti integritas pemerintahan. Publik dan parlemen mempertanyakan bagaimana seorang pejabat tinggi dengan riwayat kedekatan dengan Epstein bisa lolos pemeriksaan latar belakang dan diangkat menjadi duta besar di negara sekutu utama.

Kredibilitas Perdana Menteri ikut terdampak karena keputusan penunjukan tersebut berada di bawah otoritasnya. Oposisi menilai penilaian Starmer lemah dan meminta penjelasan rinci soal proses pengambilan keputusan. Tekanan tidak hanya datang dari lawan politik, tetapi juga dari sebagian kalangan internal Partai Buruh.

Di saat yang sama, dimensi hukum dari dugaan kebocoran informasi dan aliran dana membuat kasus ini tidak lagi sekadar persoalan etik, melainkan berpotensi menjadi perkara pidana yang panjang.

Siapa Jeffrey Epstein?

Jeffrey Epstein adalah finansier kaya asal New York yang dikenal memiliki jaringan luas di kalangan elite politik dan sosial. Ia dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap banyak gadis di bawah umur selama bertahun-tahun.

Pada 2008, ia mengaku bersalah dalam kasus prostitusi anak di bawah umur dan menjalani hukuman penjara dengan skema kerja siang hari di luar tahanan. Ia kembali ditangkap pada 2019 atas dakwaan perdagangan seksual, namun meninggal bunuh diri di penjara sebelum persidangan berlangsung.

Mantan pasangannya, Ghislaine Maxwell, telah divonis bersalah dan kini menjalani hukuman penjara 20 tahun.

 
 
 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.