Akurat

Israel Terus Membunuh Warga Gaza Meski dalam Kesepakatan Gencatan Senjata

Fitra Iskandar | 4 Februari 2026, 17:40 WIB
Israel Terus Membunuh Warga Gaza Meski dalam Kesepakatan Gencatan Senjata

AKURAT.CO Serangan militer Israel kembali terjadi di Jalur Gaza pada Rabu dini hari. Sumber medis Palestina melaporkan sedikitnya delapan warga tewas, termasuk seorang anak, serta sejumlah lainnya luka-luka akibat serangan yang menghantam area sipil. Situasi ini memicu sorotan karena Israel terus membunuh warga Gaza meski dalam kesepakatan gencatan senjata.

Serangan Hantam Area Pengungsian dan Permukiman

Otoritas kesehatan setempat menyatakan korban tewas dan luka telah dibawa ke sejumlah fasilitas medis di Gaza. Serangan dilaporkan menyasar beberapa lokasi sipil, termasuk area tenda pengungsian dan kawasan permukiman padat.

Saksi mata menyebutkan tembakan artileri Israel menghantam lokasi pengungsian keluarga terlantar di Khan Younis, Gaza selatan. Selain itu, serangan juga mengenai sebuah rumah di distrik Al-Tuffah, Gaza City, serta satu ruas jalan di lingkungan Al-Zeitoun.

Insiden ini dinilai sebagai pelanggaran terhadap perjanjian gencatan senjata yang masih berlaku.

Versi Militer Israel

Pihak militer Israel menyatakan seorang perwira cadangan mereka mengalami luka serius dalam rangkaian pertempuran tersebut dan telah dilarikan untuk mendapat perawatan medis. Namun, tidak dijelaskan secara rinci lokasi dan kronologi kejadian yang menyebabkan korban dari pihak Israel.

Eskalasi terbaru ini terjadi di tengah pengakuan Amerika Serikat mengenai dimulainya fase kedua gencatan senjata, yang mencakup rencana penarikan lanjutan pasukan Israel dan dimulainya program rekonstruksi besar-besaran di Gaza dengan nilai miliaran dolar.

Ancaman bagi Gencatan Senjata Gaza

Gencatan senjata sebelumnya menghentikan operasi militer besar Israel yang berlangsung sejak akhir 2023. Operasi tersebut menyebabkan korban jiwa dalam jumlah besar di pihak Palestina serta kerusakan luas pada infrastruktur Gaza.

Serangan terbaru memicu kekhawatiran bahwa upaya diplomasi yang rapuh bisa kembali gagal. Kondisi kemanusiaan di wilayah tersebut juga dikhawatirkan makin memburuk.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.