Akurat

Dokumen Jeffrey Epstein: Deretan Nama Besar yang Disebut dan Apa Maknanya

Idham Nur Indrajaya | 3 Februari 2026, 17:19 WIB
Dokumen Jeffrey Epstein: Deretan Nama Besar yang Disebut dan Apa Maknanya

 

AKURAT.CO Rilis jutaan dokumen internal oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat kembali menghidupkan sorotan global terhadap kasus Jeffrey Epstein. Arsip ini memuat berbagai catatan hukum, korespondensi, hingga foto yang menunjukkan hubungan Epstein dengan tokoh terkenal di dunia politik, bisnis, akademisi, dan keuangan. Meski pemerintah AS menegaskan bahwa dokumen tersebut tidak otomatis membuktikan keterlibatan pidana pihak-pihak yang disebut, publik tetap ramai memperbincangkan siapa saja nama besar yang muncul—dan sejauh apa kaitannya.

Kasus ini menjadi perhatian karena menyangkut kejahatan serius, figur publik kelas dunia, serta dampak besar terhadap para korban. Berikut rangkuman lengkap tokoh-tokoh yang disebut dalam dokumen Jeffrey Epstein, peringatan resmi pemerintah, serta kontroversi terkait perlindungan identitas korban.


Apa Itu Dokumen Jeffrey Epstein yang Dirilis Departemen Kehakiman?

Departemen Kehakiman AS merilis jutaan halaman materi yang berasal dari berbagai proses hukum dan penyelidikan terkait Epstein, seorang pelaku kejahatan seksual yang pernah mengaku bersalah pada 2008 atas tuduhan prostitusi, termasuk perekrutan gadis di bawah umur. Pada 2019, ia kembali ditangkap atas dakwaan federal perdagangan seks anak sebelum akhirnya meninggal di sel penjara Manhattan. Kematian itu kemudian dinyatakan sebagai bunuh diri.

Dalam pernyataan resminya, Departemen Kehakiman memperingatkan bahwa sebagian materi bisa saja memuat gambar palsu, tuduhan tidak benar, atau konten sensitif. Pejabat tinggi kementerian juga menegaskan bahwa penyebutan nama dalam dokumen tidak dapat langsung dianggap sebagai bukti keterlibatan dalam aktivitas kriminal.


Donald Trump: Hubungan Sosial di Masa Lalu

Nama Donald Trump muncul dalam sejumlah catatan yang menunjukkan bahwa ia pernah bersosialisasi dengan Epstein pada 1990-an hingga awal 2000-an. Dokumen memuat foto Trump bersama beberapa perempuan dengan wajah disamarkan, serta catatan bernada sugestif yang diarahkan kepada Epstein dan dikaitkan dengan tanda tangan Trump.

Dalam kesaksian di persidangan Ghislaine Maxwell pada 2021, disebutkan bahwa Trump beberapa kali menggunakan pesawat Epstein. Ada pula email Epstein yang mengindikasikan bahwa Trump mengetahui keberadaan para gadis, meski tidak memberikan rincian.

Trump membantah tuduhan tersebut. Ia menyatakan telah memutus hubungan sejak awal 2000-an, sebelum Epstein mencapai kesepakatan hukum pada 2008, serta menolak klaim pernah terbang dengan pesawat Epstein atau menulis catatan tersebut.


Bill Clinton: Penerbangan dan Foto yang Disorot

Mantan Presiden AS Bill Clinton juga termasuk figur yang sering disebut. Dokumen menunjukkan bahwa ia beberapa kali terbang menggunakan pesawat Epstein pada awal 2000-an, setelah masa kepresidenannya berakhir. Sejumlah foto memperlihatkan Clinton berenang dan berpose dengan perempuan yang identitasnya disamarkan.

Clinton menyatakan tidak melakukan kesalahan dan menyesali hubungannya dengan Epstein di masa lalu. Dalam perkembangan terbaru, Clinton dan istrinya, Hillary Clinton, dijadwalkan memberikan kesaksian dalam penyelidikan kongres terkait kasus ini—sebuah langkah yang berpotensi menggagalkan rencana DPR AS untuk menuduh keduanya menghina kongres.


Andrew Mountbatten-Windsor: Kehilangan Gelar Kerajaan

Mantan Pangeran Andrew, Duke of York, dikenal memiliki hubungan sosial dengan Epstein, yang kemudian berdampak besar pada posisinya di keluarga kerajaan Inggris. Ia kehilangan sejumlah gelar kehormatan dan sempat diminta bekerja sama dalam penyelidikan pidana oleh otoritas AS, meski menolak.

Pada 2022, Andrew menyelesaikan gugatan dari salah satu korban Epstein melalui pembayaran yang tidak diungkap ke publik, tanpa mengakui kesalahan. Dokumen Departemen Kehakiman memuat beberapa foto dirinya bersama perempuan, termasuk adegan yang menuai kontroversi. Meski demikian, Andrew secara konsisten membantah melakukan pelanggaran dan menyatakan penyesalan atas hubungannya dengan Epstein.


Elon Musk: Undangan yang Tidak Terjadi

CEO Tesla Elon Musk juga muncul dalam korespondensi email tahun 2012. Dalam pesan tersebut, Musk sempat bertanya kepada Epstein tentang pesta di pulau miliknya, namun tampaknya memutuskan tidak datang. Beberapa hari kemudian, Musk mengundang Epstein untuk minum di pulau lain, meski tidak jelas apakah pertemuan itu benar-benar terjadi.

Musk menegaskan bahwa interaksinya dengan Epstein sangat terbatas dan bahwa ia berulang kali menolak ajakan untuk mengunjungi pulau Epstein atau terbang menggunakan pesawatnya.


Kevin Warsh: Nama dalam Daftar Undangan

Kevin Warsh, yang disebut-sebut sebagai calon pilihan Trump untuk memimpin Federal Reserve, tercantum dalam sebuah email humas kepada Epstein berisi daftar 43 orang yang direncanakan menghadiri acara Natal pada 2010. Daftar tersebut juga mencakup tokoh terkenal lain, seperti Martha Stewart.

Namun, dokumen tidak menjelaskan apakah Warsh benar-benar mengenal Epstein atau menghadiri acara tersebut. Hingga kini, Warsh belum memberikan komentar publik.


Melania Trump: Email Tahun 2002

Dokumen yang dirilis juga menyertakan email dari Melania Trump kepada Ghislaine Maxwell pada 2002, terkait sebuah artikel majalah tentang Epstein. Pesan tersebut berisi pujian singkat terhadap Maxwell. Tidak ada indikasi lebih lanjut mengenai keterlibatan Melania dalam aktivitas Epstein.


Bill Gates: Pertemuan Soal Filantropi

Pendiri Microsoft, Bill Gates, tercatat beberapa kali bertemu Epstein setelah Epstein keluar dari penjara. Pertemuan itu, menurut dokumen, berkaitan dengan diskusi seputar kegiatan filantropi Gates. Arsip tersebut juga memuat foto Gates berpose dengan perempuan yang wajahnya disamarkan.

Gates mengakui bahwa bertemu dengan Epstein adalah sebuah kesalahan, namun menegaskan bahwa interaksi itu terbatas pada pembahasan amal.


Jes Staley: Ribuan Email dan Gugatan Hukum

Mantan eksekutif JPMorgan dan Barclays, Jes Staley, muncul dalam dokumen sebagai peserta dalam sejumlah pertemuan yang diselenggarakan Epstein. Catatan pengadilan menyebutkan bahwa Staley bertukar sekitar 1.200 email dengan Epstein antara 2008 dan 2012, sebagian di antaranya memuat foto perempuan muda dan topik yang dinilai tidak pantas.

Staley membantah mengetahui aktivitas kriminal Epstein. Meski begitu, ia kini dilarang berkarier di industri keuangan Inggris dan menghadapi gugatan dari JPMorgan, yang menuduhnya menyembunyikan informasi terkait perilaku Epstein.


Kontroversi Perlindungan Korban dalam Rilis Dokumen

Di balik sorotan terhadap para tokoh terkenal, muncul kekhawatiran serius mengenai dampak rilis dokumen terhadap para korban. Departemen Kehakiman mengakui telah menarik kembali ribuan arsip setelah pengacara korban melaporkan adanya kegagalan penyamaran identitas.

Materi yang terungkap mencakup foto telanjang, nama lengkap, alamat email, hingga informasi perbankan yang seharusnya dirahasiakan. Dalam surat kepada pengadilan New York, sejumlah korban menyatakan bahwa kesalahan tersebut mengancam keselamatan mereka. Ada yang mengaku menerima ancaman pembunuhan dan terpaksa menutup rekening bank akibat kebocoran data.

Wakil Jaksa Agung Todd Blanche menyebut bahwa kesalahan itu bersifat sporadis dan mencakup sebagian sangat kecil dari keseluruhan materi, serta menegaskan bahwa pemerintah segera memperbaiki setiap laporan pelanggaran privasi. Departemen Kehakiman juga memastikan bahwa seluruh konten pornografi dari ribuan video dan ratusan ribu gambar telah disamarkan.


Mengapa Nama-Nama Ini Jadi Sorotan Publik?

Kasus Epstein tidak hanya menyangkut kejahatan berat, tetapi juga jaringan sosial yang melibatkan figur global. Ketika dokumen resmi negara menyebut tokoh-tokoh berpengaruh, wajar jika publik menuntut transparansi lebih besar—sekaligus kehati-hatian agar tidak terjadi kesimpulan prematur.

Pemerintah AS sendiri berulang kali menekankan bahwa penyebutan nama dalam dokumen bukan berarti keterlibatan kriminal terbukti. Namun, catatan hubungan sosial, perjalanan, dan korespondensi tetap menjadi bahan diskusi luas di media dan ruang publik.


Penutup: Sorotan Global yang Belum Mereda

Rilis dokumen Jeffrey Epstein membuka kembali bab gelap yang melibatkan kejahatan seksual, jaringan elite, serta persoalan serius soal perlindungan korban. Deretan nama besar seperti Donald Trump, Bill Clinton, Andrew Mountbatten-Windsor, Elon Musk, Bill Gates, hingga Jes Staley menunjukkan betapa luasnya lingkaran sosial Epstein—meski masing-masing memberikan bantahan atau penjelasan berbeda.

Kalau kamu tertarik mengikuti perkembangan lanjutan soal penyelidikan ini dan dampaknya di panggung global, pantau terus update terbaru di AKURAT.CO agar tidak ketinggalan informasi penting berikutnya.

Baca Juga: Siapa Jeffrey Epstein? Terpidana Seks yang Namanya Muncul Lagi di Epstein Files

Baca Juga: Terkuak dalam Epstein Files, Kiswah Ka'bah Pernah Dikirim ke Rumah Jeffrey Epstein di AS

FAQ: Dokumen Jeffrey Epstein dan Nama-Nama Besar yang Disebut

1. Apa itu dokumen Jeffrey Epstein yang dirilis Departemen Kehakiman AS?

Dokumen tersebut adalah arsip hukum dan penyelidikan terkait Jeffrey Epstein yang mencakup korespondensi, foto, dan catatan perjalanan. Pemerintah AS menegaskan bahwa penyebutan nama dalam dokumen tidak otomatis membuktikan keterlibatan pidana.

2. Mengapa rilis dokumen ini kembali jadi sorotan publik?

Karena dokumen memuat hubungan Epstein dengan tokoh terkenal dunia di bidang politik, bisnis, dan keuangan. Selain itu, kasus Epstein menyangkut kejahatan seksual serius serta menimbulkan kekhawatiran soal perlindungan korban.

3. Siapa saja tokoh terkenal yang disebut dalam dokumen?

Beberapa nama yang muncul antara lain Donald Trump, Bill Clinton, Andrew Mountbatten-Windsor, Elon Musk, Bill Gates, Jes Staley, Kevin Warsh, serta Melania Trump.

4. Apakah penyebutan nama berarti mereka terlibat kejahatan?

Tidak. Departemen Kehakiman AS menegaskan bahwa dokumen yang dirilis tidak bisa dijadikan bukti otomatis keterlibatan dalam aktivitas kriminal.

5. Apa kaitan Donald Trump dengan Epstein?

Dokumen menunjukkan hubungan sosial pada 1990-an hingga awal 2000-an, termasuk foto dan korespondensi. Trump membantah mengetahui kejahatan Epstein dan menyatakan telah memutus hubungan lebih awal.

6. Mengapa Bill Clinton ikut disorot?

Clinton tercatat beberapa kali terbang menggunakan pesawat Epstein dan muncul dalam foto-foto yang dirilis. Ia membantah melakukan kesalahan dan mengaku menyesali hubungan tersebut.

7. Apa peran Andrew Mountbatten-Windsor dalam kasus ini?

Mantan Pangeran Andrew memiliki hubungan sosial dengan Epstein dan menyelesaikan gugatan dari salah satu korban pada 2022 tanpa mengakui kesalahan.

8. Bagaimana keterkaitan Elon Musk dengan Epstein?

Musk muncul dalam email tahun 2012 terkait rencana pertemuan dan pesta, namun ia menyatakan interaksinya terbatas dan menolak undangan ke pulau Epstein.

9. Mengapa Bill Gates disebut dalam dokumen?

Gates beberapa kali bertemu Epstein setelah ia keluar dari penjara, terutama untuk membahas kegiatan filantropi. Gates mengakui bahwa pertemuan tersebut merupakan kesalahan.

10. Apa yang membuat nama Jes Staley kontroversial?

Ia tercatat bertukar ribuan email dengan Epstein dan menghadapi gugatan dari JPMorgan. Staley membantah mengetahui aktivitas kriminal Epstein.

11. Apa masalah yang muncul terkait perlindungan korban?

Sejumlah korban mengeluhkan identitas mereka tidak disamarkan dalam rilis dokumen, termasuk foto dan data pribadi. Pemerintah AS mengaku sedang memperbaiki kesalahan tersebut.

12. Apakah penyelidikan terhadap Epstein masih berlanjut?

Kasus pidana terhadap Epstein berakhir setelah kematiannya, namun berbagai penyelidikan terkait pihak-pihak lain dan proses kongres masih berlangsung.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.