Pemukim Israel Bakar Rumah Warga Palestina di Tepi Barat, Otoritas Israel Tutup Mata

AKURAT.CO Aktivis Palestina melaporkan pemukim Israel ilegal membakar sejumlah rumah warga Palestina di komunitas Badui Khallet al-Sidra, wilayah Tepi Barat yang diduduki, pada Rabu malam waktu setempat.
Sejumlah unggahan di media sosial X memperlihatkan rumah-rumah terbakar di Desa Mukhamas, yang terletak di timur laut Yerusalem. Para aktivis menyebut serangan tersebut kembali terjadi dan menyasar permukiman warga secara langsung.
“Ini terjadi lagi,” tulis seorang aktivis, seraya menyebut pemukim Israel menyerang komunitas tersebut dan membakar rumah-rumah warga.
Aktivis lain menyatakan peristiwa ini merupakan kejadian ketiga dalam tiga bulan terakhir di wilayah Mukhamas dan sekitarnya. Mereka menuding otoritas Israel membiarkan aksi kekerasan pemukim terjadi tanpa proses hukum maupun pertanggungjawaban.
“Ini adalah satu malam lagi kekerasan pemukim Israel ilegal di Tepi Barat, tanpa ada penuntutan,” tulis seorang aktivis dalam unggahannya.
Sejumlah laporan juga menyebut pasukan Israel berada tidak jauh dari lokasi kejadian, namun tidak melakukan upaya pencegahan atau intervensi.
Penggerebekan dan Penangkapan Warga
Sementara itu, pasukan Israel juga dilaporkan menggerebek rumah-rumah warga Palestina dan menahan sejumlah orang di Kota Hizma, timur laut Yerusalem Timur yang diduduki, pada Kamis. Aksi tersebut dilakukan di tengah pengepungan ketat yang telah memasuki hari ketiga.
Wali Kota Hizma, Novan Salah al-Din, mengatakan pasukan Israel terus menutup akses keluar-masuk kota selama tiga hari berturut-turut. Penutupan sempat dicabut sementara pada Rabu sekitar pukul 17.00 waktu setempat, namun kembali diberlakukan dua jam kemudian.
Menurut al-Din, tentara Israel melakukan penggerebekan terhadap puluhan rumah pada malam hari, bahkan mengubah sebagian rumah menjadi pos militer sementara. Tindakan itu disebut membuat warga ketakutan dan menyebabkan kerusakan properti.
Sejumlah pemuda Palestina dilaporkan ditahan dan diinterogasi di tempat. Hingga kini, pasukan Israel masih dikerahkan dalam jumlah besar di kota yang dihuni sekitar 12.000 jiwa tersebut.
Zona Militer Tertutup
Pengepungan Hizma diberlakukan sejak Selasa. Pasukan Israel membagikan selebaran yang menyatakan wilayah tersebut sebagai “zona militer tertutup” dan melarang warga meninggalkan kota hingga pemberitahuan lebih lanjut.
Langkah ini dilakukan di tengah meningkatnya eskalasi di sekitar Yerusalem Timur yang diduduki. Sejak awal pekan, pasukan Israel juga melancarkan operasi militer di Kafr Aqab, wilayah utara Yerusalem Timur, dalam rangka operasi yang disebut “Operation Capital Shield”.
Otoritas Israel menyatakan operasi tersebut bertujuan memperkuat kendali keamanan di zona perbatasan dan menjaga ketertiban umum.
Berdasarkan data Palestina, sejak Oktober 2023, sedikitnya 1.109 warga Palestina tewas akibat tindakan pasukan Israel dan pemukim ilegal di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur. Hampir 11.000 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.
Pada Juli 2024, Mahkamah Internasional (ICJ) menyatakan pendudukan Israel atas wilayah Palestina melanggar hukum internasional dan menyerukan pembongkaran seluruh permukiman Israel di Tepi Barat dan Yerusalem Timur.
Aktivis mendesak komunitas internasional segera mengambil langkah tegas untuk menghentikan pola berulang serangan pemukim Israel terhadap komunitas Palestina di wilayah pendudukan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








