Akurat

Kanselir Jerman Tegaskan Eropa Tak Gentar Ancaman Tarif AS

Fitra Iskandar | 29 Januari 2026, 17:24 WIB
Kanselir Jerman Tegaskan Eropa Tak Gentar Ancaman Tarif AS

AKURAT.CO Kanselir Jerman Friedrich Merz menegaskan bahwa negara-negara Eropa tetap ingin melanjutkan kerja sama dengan Amerika Serikat, namun tidak akan tunduk pada ancaman tarif tambahan. Ia menyatakan Uni Eropa siap mengambil langkah balasan jika tekanan ekonomi kembali dilayangkan Washington.

Pernyataan tersebut disampaikan Merz dalam pidatonya di parlemen Jerman pada Kamis. Ia mengatakan para pemimpin Uni Eropa menunjukkan solidaritas dan ketegasan dalam pertemuan darurat pekan lalu, yang disebut berhasil meredam ancaman tarif dari Presiden AS Donald Trump terkait polemik Greenland.

“Pekan lalu kami menunjukkan bahwa Uni Eropa mampu bertindak cepat saat dibutuhkan. Kami sepakat tidak akan lagi membiarkan diri diintimidasi oleh ancaman tarif,” ujar Merz. Ia menambahkan, pihak mana pun yang menganggap tarif sebagai alat untuk menekan Eropa harus memahami bahwa Uni Eropa siap dan mampu membela kepentingannya.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengancam akan memberlakukan tarif terhadap negara-negara Eropa yang menentang rencananya untuk mengambil alih Greenland. Namun sikap tersebut dilaporkan melunak setelah Trump bertemu Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte di Davos, Swiss, pekan lalu.

Usai pertemuan itu, Trump menyebut telah dibahas kerangka kesepakatan untuk menjawab kekhawatiran keamanan Amerika Serikat, meski tidak merinci isi pembahasan. Sejumlah laporan media menyebut kesepakatan tersebut mencakup penetapan pangkalan militer AS di Greenland sebagai wilayah kedaulatan Amerika Serikat.

Trump berulang kali menyatakan Amerika Serikat perlu menguasai Greenland demi kepentingan keamanan nasional dan untuk menghadapi pengaruh China serta Rusia di kawasan Arktik. Namun Denmark dan Greenland—wilayah otonom dalam Kerajaan Denmark—secara tegas menolak wacana penjualan wilayah maupun pelepasan kedaulatan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.