Militer Israel Temukan Jenazah Sandera Terakhir di Gaza

AKURAT.CO Militer Israel mengumumkan telah menemukan dan mengevakuasi jenazah sandera terakhir yang sebelumnya ditahan Hamas di Jalur Gaza. Sandera tersebut diketahui bernama Ran Gvili, dan jenazahnya kini telah dipulangkan ke Israel untuk dimakamkan.
Juru bicara militer Israel, Avichay Adraee, mengatakan proses identifikasi dilakukan oleh Pusat Kedokteran Forensik Nasional dengan melibatkan Kepolisian Israel serta Rabbinat Militer. Setelah identifikasi rampung, pihak militer langsung menyampaikan kabar tersebut kepada keluarga korban.
“Perwakilan militer telah memberi tahu keluarga almarhum Ran Gvili bahwa jenazahnya telah berhasil dipulangkan dan akan dimakamkan,” ujar Adraee, seperti dikutip Al Jazeera, Selasa (27/1/2026).
Ia menambahkan, dengan pemulangan tersebut, seluruh sandera yang sebelumnya berada di Jalur Gaza kini telah kembali ke Israel.
Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut pemulangan sandera terakhir ini sebagai penyelesaian dari tanggung jawab moral negaranya. Mengutip laporan AFP, Netanyahu menilai langkah tersebut menandai berakhirnya upaya panjang Israel dalam membawa pulang para sandera.
Dalam pernyataan resmi militer Israel disebutkan bahwa pemulangan seluruh sandera, termasuk mereka yang telah meninggal dunia, dilakukan setelah hampir dua tahun pertempuran sengit. Hal itu, menurut militer, merupakan wujud komitmen antara Angkatan Pertahanan Israel (IDF) dan warga negara Israel untuk tidak meninggalkan siapa pun.
Netanyahu sebelumnya juga menyampaikan kepada parlemen Israel, Knesset, pada Senin (26/1), bahwa pemerintah telah menuntaskan misi moral dan etisnya dengan memulangkan seluruh sandera, baik yang masih hidup maupun yang gugur.
“Kami berjanji untuk membawa semua orang pulang, dan janji itu telah kami penuhi hingga sandera terakhir,” kata Netanyahu, yang menyebut pencapaian tersebut sebagai keberhasilan besar bagi Israel.
Ran Gvili sendiri merupakan seorang polisi muda yang oleh keluarganya dan komunitas kibbutz Alumim dijuluki “Pembela Alumim”. Ia dilaporkan tewas dalam pertempuran di sekitar kibbutz tersebut, sebelum jenazahnya dibawa ke Gaza oleh militan Hamas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini






