Akurat

To Lam Kembali Terpilih Sebagai Sekretaris Jenderal Partai Komunis Vietnam

Fitra Iskandar | 23 Januari 2026, 19:36 WIB
To Lam Kembali Terpilih Sebagai Sekretaris Jenderal Partai Komunis Vietnam

AKURAT.CO Partai Komunis Vietnam kembali menunjuk To Lam sebagai Sekretaris Jenderal untuk masa jabatan lima tahun ke depan. Keputusan ini memperpanjang posisi Lam sebagai pemimpin tertinggi negara Asia Tenggara tersebut.

Pemilihan kembali To Lam dilakukan secara bulat dalam kongres Partai Komunis Vietnam yang digelar lima tahunan di Hanoi, Jumat (23/1). Dalam pernyataannya, partai menyebut Komite Sentral “secara mutlak dan bulat” memilih To Lam untuk melanjutkan jabatan Sekretaris Jenderal.

Ketua Majelis Nasional Vietnam, Tran Thanh Man, mengatakan To Lam meraih 180 suara dari total 180 suara yang tersedia, menegaskan dukungan penuh partai terhadap kepemimpinannya.

Terpilihnya kembali To Lam dinilai memberi sinyal positif bagi investor asing, yang selama ini menempatkan stabilitas politik sebagai salah satu daya tarik utama Vietnam sebagai negara ramah investasi.

To Lam, yang kini berusia 68 tahun, juga disebut tengah bersiap untuk menduduki jabatan presiden. Keputusan terkait posisi tersebut diperkirakan akan diumumkan dalam waktu dekat.

Dalam pidatonya di hadapan ratusan delegasi kongres awal pekan ini, To Lam berjanji melanjutkan pemberantasan korupsi serta menargetkan pertumbuhan ekonomi di atas 10 persen per tahun hingga 2030. Ia menyampaikan pidato tersebut di aula kongres berkarpet merah, dengan latar patung besar Ho Chi Minh, pendiri Partai Komunis Vietnam.

Usai resmi terpilih kembali pada Jumat, To Lam menyatakan komitmennya untuk bekerja keras demi memenuhi harapan rakyat Vietnam.

Sejak menjabat Sekretaris Jenderal pada akhir 2024, To Lam dikenal melakukan reformasi besar-besaran yang berdampak luas. Ia memangkas birokrasi pemerintah, membubarkan delapan kementerian atau lembaga negara, serta mengurangi hampir 150 ribu pegawai negeri. Di saat yang sama, ia mendorong proyek besar di sektor transportasi dan energi, serta memperketat upaya pemberantasan korupsi.

To Lam juga menegaskan keinginannya untuk mengubah model pertumbuhan ekonomi Vietnam yang selama ini bergantung pada tenaga kerja murah dan ekspor. Ia menargetkan Vietnam menjadi negara berpendapatan menengah-atas pada 2030 dengan fokus pada inovasi dan efisiensi.

Selain tantangan ekonomi, To Lam mengingatkan berbagai risiko yang dihadapi Vietnam, mulai dari bencana alam, wabah penyakit, hingga ketegangan geopolitik serta gangguan pasokan energi dan pangan.

Dengan populasi sekitar 100 juta jiwa, Vietnam tetap menjadi negara satu partai dengan kontrol politik ketat, namun sekaligus tampil sebagai salah satu kekuatan ekonomi baru di kawasan. Partai Komunis Vietnam terus mengandalkan pertumbuhan ekonomi cepat untuk memperkuat legitimasi kekuasaannya, baik di dalam negeri maupun di mata internasional.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.