Korea Pulangkan 73 Warganya dari Kamboja yang Terlibat Penipuan Deepfake dan Love Scamming

AKURAT.CO Pemerintah Korea Selatan memulangkan 73 warganya yang diduga terlibat dalam jaringan penipuan daring di Kamboja. Para tersangka akan diperiksa atas dugaan penipuan terhadap lebih dari 800 warga Korea Selatan dengan total kerugian sekitar US$33 juta atau setara Rp540 miliar.
Pesawat yang membawa para tersangka—kelompok terbesar yang pernah dipulangkan sejauh ini—mendarat di Bandara Internasional Incheon pada Jumat. Tayangan media lokal memperlihatkan para terduga pelaku, mengenakan masker serta sebagian besar memakai celana pendek dan sandal, dikawal polisi dari pesawat menuju bus.
Seorang pejabat kepolisian Korea Selatan menegaskan bahwa pelaku kejahatan tidak akan lolos dari jerat hukum meski beraksi di luar negeri. “Merupakan kesalahan besar jika mengira bisa menghindari hukuman dengan melakukan kejahatan di luar negeri,” ujarnya dalam konferensi pers di bandara.
Ia menambahkan, aparat akan menindak tegas kejahatan yang merugikan warga negara Korea Selatan.
Pejabat Kementerian Luar Negeri Korea Selatan menyatakan negaranya akan terus bekerja sama dengan Kamboja hingga kejahatan penipuan lintas negara dapat diberantas sepenuhnya.
Pemulangan tersebut merupakan hasil penyelidikan bersama Korea Selatan dan Kamboja. Juru bicara Kantor Kepresidenan Korea Selatan, Kang Yu-jung, mengatakan penyelidikan mengungkap tujuh pusat penipuan daring yang diduga telah menipu 869 korban dengan total kerugian mencapai 49 miliar won.
Di antara para tersangka terdapat sepasang suami istri yang diduga meraup sekitar 12 miliar won dari 104 korban melalui modus penipuan asmara (love scam) dengan menggunakan teknologi deepfake untuk menyamarkan identitas. Keduanya disebut sempat menjalani operasi plastik guna menghindari pelacakan polisi.
Selain itu, seorang tersangka lain diduga terlibat dalam penipuan senilai 19,4 miliar won dengan menyasar para pensiunan dan pekerja pemula, dengan berpura-pura sebagai investor profesional.
Hingga berita ini diturunkan, otoritas Kamboja belum memberikan tanggapan resmi.
Sebelumnya, pada Oktober lalu, sebanyak 64 warga Korea Selatan juga dipulangkan terkait dugaan penipuan serupa. Kasus tersebut mencuat setelah seorang mahasiswa Korea Selatan dilaporkan tewas disiksa di Kamboja pada Agustus, dalam insiden yang dikaitkan dengan penipuan berkedok tawaran pekerjaan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 4UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 5Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 6Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 7Netanyahu: AS Akan Hentikan Bantuan Militer ke Israel, Tinggal Menunggu Waktu
- 8Saran Meningkatkan Kualitas dan Pemanfaatan Buku Teks dalam Pembelajaran
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Summarecon
- 10Hakim Tolak Batalkan Dakwaan Febrie Adriansyah, Perkara Emas 74 Kilogram dan Valas Dilanjutkan ke Pembuktian







