Akurat

Sejumlah Tahanan ISIS Masih Buron Usai Kabur dari Penjara Suriah, AS Pindahkan Ribuan Militan ke Irak

Fitra Iskandar | 23 Januari 2026, 09:22 WIB
Sejumlah Tahanan ISIS Masih Buron Usai Kabur dari Penjara Suriah, AS Pindahkan Ribuan Militan ke Irak

AKURAT.CO Sejumlah tahanan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang melarikan diri dari sebuah penjara di Suriah timur laut pada 19 Januari lalu hingga kini masih belum diketahui keberadaannya. Kekacauan yang terjadi saat insiden tersebut membuat pelacakan terhadap sebagian militan menjadi sulit, bahkan nyaris tidak mungkin dilakukan.

Analis Suriah dari International Crisis Group, Nanar Hawach, mengatakan otoritas Damaskus mengklaim sebagian besar tahanan yang kabur telah berhasil ditangkap kembali. Namun, ia menegaskan masih ada sejumlah militan yang belum tertangkap.

“Jumlah pasti yang masih buron tidak jelas karena situasi kacau saat itu membuat proses pendataan dan pelacakan menjadi mustahil,” ujar Hawach.

Di tengah kondisi keamanan yang memburuk, Amerika Serikat mulai memindahkan ribuan tahanan ISIS laki-laki dari Suriah timur laut ke pusat-pusat penahanan yang dikuasai Irak. Namun, istri dan anak-anak anggota ISIS tetap ditahan di kamp-kamp penampungan di Suriah yang dinilai berada dalam kondisi rapuh.

Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) pada 21 Januari mengonfirmasi telah memulai pemindahan tahanan ISIS ke Irak sebagai langkah darurat untuk mencegah kebangkitan kembali kelompok tersebut. Langkah ini diambil menyusul kaburnya para tahanan dari fasilitas penahanan di Provinsi Hasakah saat terjadi bentrokan antara pasukan pemerintah Suriah dan Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dipimpin kelompok Kurdi.

CENTCOM menyebutkan sekitar 150 militan ISIS telah dipindahkan dari Hasakah ke lokasi aman di Irak. Secara keseluruhan, hingga 7.000 tahanan berpotensi dipindahkan. Seorang jenderal intelijen Irak kepada Associated Press mengatakan pihaknya telah menerima gelombang awal sebanyak 144 tahanan, dengan pemindahan lanjutan direncanakan melalui jalur udara.

Hawach menjelaskan, pemindahan tersebut hanya berlaku bagi tahanan laki-laki yang ditahan di penjara, bukan perempuan dan anak-anak yang berada di kamp-kamp seperti al-Hawl. Kamp tersebut menampung puluhan ribu perempuan dan anak yang memiliki keterkaitan dengan ISIS sejak kekalahan teritorial kelompok itu pada 2019.

“Perempuan dan anak-anak ditahan di kamp, bukan penjara, dan diproses dengan mekanisme yang berbeda,” kata Hawach. Ia menambahkan, solusi jangka panjang bagi kelompok tersebut adalah pemulangan ke negara asal masing-masing, meski banyak pemerintah enggan melakukannya.

Menurut Hawach, persoalan utama sistem penahanan ISIS hingga kini belum terselesaikan. “Sistem ini sejak awal rapuh, kekurangan dana, dan hanya bersifat sementara. Pemindahan ke Irak mengatasi krisis jangka pendek, tetapi tidak menyelesaikan masalah jangka panjang terkait nasib para tahanan,” ujarnya.

Sementara itu, Utusan Khusus AS untuk Suriah, Tom Barrack, mengatakan bahwa peran awal SDF sebagai kekuatan utama anti-ISIS di lapangan sebagian besar telah berakhir. Menurutnya, pemerintah Suriah kini dinilai siap dan bersedia mengambil alih tanggung jawab keamanan, termasuk pengelolaan fasilitas penahanan dan kamp-kamp ISIS.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.