Akurat

Warong Nasi Pariaman Tutup Akhir Januari, Akhiri Jejak Kuliner Legendaris 78 Tahun di Singapura

Fitra Iskandar | 21 Januari 2026, 06:39 WIB
 Warong Nasi Pariaman Tutup Akhir Januari, Akhiri Jejak Kuliner Legendaris 78 Tahun di Singapura


AKURAT.CO Warong Nasi Pariaman, rumah makan nasi padang legendaris di Singapura, akan resmi menutup operasionalnya pada akhir Januari setelah berkiprah selama 78 tahun.

Restoran yang berlokasi di ruko nomor 738 North Bridge Road, tak jauh dari Masjid Sultan, Kampong Glam, itu mengumumkan penutupan melalui unggahan di akun Instagram resminya pada 20 Januari. Hari terakhir operasional ditetapkan pada 31 Januari.

“Terima kasih atas dukungan, cinta, dan kenangan manis bersama kami selama ini,” tulis pengelola dalam unggahan tersebut.

Berdiri Sejak 1948, Dikelola Turun-Temurun

Warong Nasi Pariaman telah beroperasi sejak 1948 dan dikelola secara turun-temurun lintas generasi. Restoran ini dikenal luas sebagai penyaji nasi padang khas Pariaman, Sumatera Barat.

Menu andalannya meliputi rendang daging sapi, ikan bakar bercita rasa asap, sotong kalio yang dimasak dengan kuah santan kental, serta ayam gulai khas Minang. Seperti nasi padang pada umumnya, hidangan disajikan bersama nasi putih dan beragam lauk serta sambal.

Menurut Singapore Infopedia milik National Library Board, Warong Nasi Pariaman diyakini sebagai “kedai nasi padang tertua yang masih bertahan di Singapura”.

Pernah Raih Penghargaan Kuliner Warisan

Pada 2016, Warong Nasi Pariaman masuk dalam daftar penerima Heritage Heroes Awards, penghargaan yang diberikan kepada pelaku kuliner legendaris yang dinilai berjasa melestarikan tradisi makanan lokal.

Penutupan Picu Nostalgia Pelanggan

Kabar penutupan ini memicu respons emosional dari pelanggan setia di media sosial. Banyak yang mengaitkan Warong Nasi Pariaman dengan kenangan masa kecil dan tradisi keluarga.

Pengguna Instagram @norismilda menulis, “Kenangan masa kecil terbaik… setiap ayah pulang salat Jumat selalu bawa Pariaman. Rasanya masih teringat sampai sekarang. Akan datang lagi sebelum tutup.”

Pengguna lain, @adzari, menyebut Warong Nasi Pariaman sebagai destinasi wajib setiap berkunjung ke Singapura. “Sedih mendengar kabar ini. Akan merindukan makanannya dan para kakak yang selalu ramah menyambut dan melayani,” tulisnya.

Sementara itu, pengguna Facebook Wini Hasby Taufiq mengatakan, “Kami akan sangat merindukanmu. Saya sudah makan Pariaman sejak lahir, dan sekarang jadi makanan favorit anak-anak saya.”

Alasan Penutupan Tidak Diungkap

Dalam pengumuman resminya, pihak Warong Nasi Pariaman tidak menjelaskan alasan di balik keputusan penutupan tersebut.

Dengan berakhirnya operasional Warong Nasi Pariaman, satu lagi ikon kuliner legendaris Singapura resmi berpamitan, meninggalkan jejak panjang dalam sejarah nasi padang di negeri tersebut.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.