Isu Greenland Picu Ketegangan dengan NATO, Trump Bersiap Hadiri Forum Davos

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat Donald Trump dijadwalkan menghadiri Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) di Davos, Swiss, pekan ini. Agenda ini lebih menyedot perhatian dunia karena terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya di Eropa terkait ancaman tarif serta keinginan Trump untuk mengakuisisi Greenland, wilayah otonomi Denmark.
Forum Ekonomi Dunia Davos merupakan pertemuan tahunan para pemimpin global untuk membahas isu-isu utama dunia, mencakup politik, ekonomi, dan sosial. Sejumlah pemimpin internasional yang dijadwalkan hadir antara lain Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, Kanselir Jerman Friedrich Merz, serta Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen.
Berdasarkan agenda resmi WEF, Trump dijadwalkan menyampaikan pidato khusus pada Rabu. Namun, Gedung Putih belum memberikan tanggapan resmi terkait rincian agenda Trump selama berada di Swiss.
Trump sebelumnya dua kali menghadiri Forum Davos pada masa jabatan pertamanya sebagai presiden. Kehadirannya kali ini terjadi di tengah memburuknya hubungan Amerika Serikat dengan sejumlah negara anggota NATO, menyusul pengiriman pasukan aliansi tersebut ke Greenland setelah Trump kembali menyatakan niatnya untuk mengambil alih pulau itu.
Trump mengumumkan negara-negara NATO yang terlibat akan dikenai tarif sebesar 10 persen atas seluruh barang mulai 1 Februari. Tarif tersebut akan dinaikkan menjadi 25 persen pada Juni, hingga tercapai kesepakatan yang memungkinkan Amerika Serikat memperoleh Greenland.
Meski Greenland menyatakan ingin merdeka dari Denmark dan menolak bergabung dengan Amerika Serikat, Trump berulang kali menegaskan bahwa wilayah tersebut sangat penting bagi kepentingan nasional AS, terutama di tengah meningkatnya kehadiran Rusia dan China di kawasan Arktik.
Dalam pernyataan terbarunya, Trump menyebut alasan keamanan nasional sebagai dasar sikapnya, termasuk rencana pembangunan sistem pertahanan yang ia sebut sebagai proyek “Golden Dome”, yang menurutnya mirip dengan sistem pertahanan Israel.
Trump juga mengungkapkan kekecewaannya setelah tidak dianugerahi Hadiah Nobel Perdamaian 2025. Dalam pesan singkat kepada Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Støre yang dirilis pada Senin, Trump menulis bahwa setelah Norwegia memutuskan tidak memberinya Nobel Perdamaian atas klaimnya menghentikan delapan perang, ia tidak lagi merasa berkewajiban untuk hanya memikirkan perdamaian, meskipun perdamaian tetap menjadi prioritas. Ia menyebut kini dapat memikirkan apa yang dianggap baik dan tepat bagi Amerika Serikat.
Trump juga mempertanyakan klaim kepemilikan Denmark atas Greenland. Ia menyatakan Denmark tidak mampu melindungi wilayah tersebut dari ancaman Rusia atau China, serta mempertanyakan dasar hak kepemilikan Denmark yang menurutnya tidak didukung dokumen tertulis dan hanya berdasarkan sejarah kedatangan kapal ratusan tahun lalu.
Menanggapi ancaman tarif tersebut, Denmark bersama Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris, Belanda, dan Finlandia menyatakan dalam pernyataan bersama bahwa langkah Trump “merusak hubungan transatlantik dan berisiko memicu spiral penurunan yang berbahaya”.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte menyatakan pihaknya akan terus berupaya menjaga komunikasi dan dialog. Ia menulis di media sosial bahwa upaya tersebut akan terus dilakukan dan menyatakan harapannya untuk bertemu Trump di Davos pekan ini.
Trump tetap bersikeras dengan rencananya dan kembali mengeluarkan peringatan keras kepada Denmark melalui media sosial. Ia menyebut NATO selama 20 tahun telah meminta Denmark menjauhkan ancaman Rusia dari Greenland, namun menilai Denmark gagal melakukannya. Trump menegaskan bahwa kini saatnya Amerika Serikat bertindak.
Greenland diketahui memiliki cadangan sumber daya alam yang besar, termasuk minyak dan gas. Dalam beberapa tahun terakhir, Rusia dan China juga dilaporkan terus memperkuat kehadiran strategis mereka di kawasan tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









