120 Anggota ISIS Kabur dari Penjara Suriah Timur Laut, 81 Orang Berhasil Ditangkap Kembali

Ilustrasi konflik di Suriah
AKURAT.CO Kementerian Dalam Negeri Suriah mengumumkan sebanyak 120 anggota kelompok teroris Islamic State (ISIS) melarikan diri dari sebuah penjara di wilayah timur laut Suriah pada Senin (19/1). Mereka memanfaatkan situasi kacau di tengah bentrokan terus meningkat antara pasukan pemerintah dan Pasukan Demokratik Suriah (SDF) pimpinan Kurdi yang menjaga fasilitas tersebut.
Dalam pernyataan pada Selasa (20/1), otoritas Suriah menyebutkan aparat keamanan telah berhasil menangkap kembali 81 tahanan yang kabur. Upaya pengejaran terhadap puluhan buronan lainnya masih terus dilakukan dengan pengamanan ketat.
Insiden pelarian terjadi di penjara Shaddadeh saat gencatan senjata antara pemerintah Suriah dan SDF dilaporkan runtuh. Kedua pihak saling menyalahkan atas kebocoran keamanan yang memungkinkan kaburnya anggota ISIS tersebut.
Secara terpisah, SDF menuduh faksi-faksi yang berafiliasi dengan Damaskus memutus pasokan air ke penjara al-Aqtan di dekat Raqqa. Tindakan tersebut dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap standar kemanusiaan.
SDF selama ini menguasai lebih dari selusin penjara di wilayah timur laut Suriah yang menahan sekitar 9.000 anggota ISIS tanpa proses peradilan selama bertahun-tahun. Banyak di antara mereka diduga terlibat dalam kejahatan perang dan aksi kekerasan di Suriah serta Irak sejak ISIS mendeklarasikan kekhalifahan pada Juni 2014.
Meski ISIS telah dikalahkan secara teritorial di Irak pada 2017 dan di Suriah dua tahun kemudian, sel-sel tidur kelompok tersebut masih aktif melancarkan serangan mematikan di kedua negara.
Sesuai kesepakatan yang diumumkan pada Minggu, pasukan pemerintah Suriah seharusnya mengambil alih pengamanan penjara-penjara tersebut dari SDF. Namun, proses serah terima tidak berjalan mulus dan memicu bentrokan bersenjata.
Pada Senin, pertempuran kembali pecah di sekitar dua penjara yang menahan anggota ISIS di timur laut Suriah. Bentrokan terjadi saat Panglima SDF Mazloum Abdi dilaporkan berada di Damaskus untuk mengupayakan penguatan gencatan senjata yang disepakati sehari sebelumnya.
Namun, Abdi tidak mengeluarkan pernyataan usai pertemuan tersebut. SDF kemudian menyerukan kepada “seluruh pemuda” untuk “bergabung dalam barisan perlawanan”, yang menandakan kesepakatan gencatan senjata kemungkinan gagal.
Di tengah eskalasi konflik, Presiden Interim Suriah Ahmad al-Sharaa menunda rencana kunjungan ke Jerman pada Selasa.
Sejak menggulingkan Bashar Assad pada Desember 2024, pemerintahan baru Suriah masih menghadapi kesulitan dalam mengonsolidasikan kekuasaan di seluruh wilayah negara yang dilanda perang. Kesepakatan pada Maret lalu untuk mengintegrasikan SDF ke dalam struktur Damaskus belum menunjukkan kemajuan berarti.
Awal bulan ini, bentrokan juga terjadi di Aleppo, disusul ofensif pemerintah yang merebut Deir el-Zour dan Raqqa—wilayah strategis yang sebelumnya dikuasai SDF dan mencakup ladang minyak dan gas, bendungan Sungai Eufrat, serta jalur perbatasan penting.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









