Akurat

Mengenal Greenland: Pulau Es Raksasa yang Jadi Rebutan Amerika Serikat dan Denmark

Kumoro Damarjati | 17 Januari 2026, 09:33 WIB
Mengenal Greenland: Pulau Es Raksasa yang Jadi Rebutan Amerika Serikat dan Denmark

AKURAT.CO Isu Greenland kembali mencuat setelah Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio bertemu dengan menteri luar negeri Denmark dan Greenland di Gedung Putih, Rabu (14/1). Pertemuan ini berlangsung sehari setelah Perdana Menteri Greenland menegaskan bahwa negaranya lebih memilih tetap menjadi bagian dari Denmark.

Seorang pejabat tinggi Denmark mengungkapkan masih terdapat “perbedaan pandangan mendasar” antara pemerintah Denmark dan Presiden AS Donald Trump, terutama terkait keinginan Trump agar Amerika Serikat mengambil alih wilayah Greenland.

Meski demikian, kedua pihak sepakat membentuk kelompok kerja bersama untuk membahas kemungkinan kerja sama dan mencari jalan keluar atas perbedaan tersebut. Langkah ini diambil di tengah sikap Trump yang terus menyuarakan pentingnya Greenland bagi kepentingan AS.

Trump: Greenland Penting untuk Keamanan Nasional AS

Donald Trump tidak hadir langsung dalam pertemuan tersebut. Namun, dalam pernyataannya kepada wartawan di Gedung Oval, Trump kembali menegaskan ambisinya.

“Kami membutuhkan Greenland untuk keamanan nasional,” ujar Trump. Ia menambahkan bahwa pembicaraan soal masa depan Greenland masih akan terus berlanjut.

Menteri Luar Negeri Denmark Lars Løkke Rasmussen menegaskan bahwa meskipun terdapat perbedaan pendapat, dialog tetap penting. Ia menekankan perlunya menghormati keutuhan wilayah Kerajaan Denmark serta hak menentukan nasib sendiri rakyat Greenland.

Sekilas Tentang Greenland

Greenland merupakan pulau terbesar di dunia, dengan sekitar 80 persen wilayahnya tertutup lapisan es. Penduduk asli Greenland adalah suku Inuit, yang bermigrasi dari Amerika Utara sejak sekitar 2500 SM hingga abad ke-11.

Bangsa Viking dari Islandia mencapai Greenland pada abad ke-10. Kolonisasi Denmark dimulai pada abad ke-18, dan sejak 1953 Greenland resmi menjadi bagian dari Kerajaan Denmark.

Pada 1973, Greenland ikut bergabung dengan Masyarakat Ekonomi Eropa (kini Uni Eropa) bersama Denmark. Namun, wilayah ini keluar pada 1985 karena perselisihan soal kuota penangkapan ikan. Meski demikian, Greenland tetap memiliki status khusus sebagai wilayah seberang laut Uni Eropa.

Otonomi Greenland di Bawah Denmark

Denmark memberikan hak pemerintahan sendiri (home rule) kepada Greenland pada 1979, yang mulai berlaku setahun kemudian. Pada 2008, warga Greenland kembali memilih untuk memperluas otonomi mereka.

Melalui Undang-Undang Pemerintahan Sendiri Greenland 2009, wilayah ini memperoleh kewenangan besar atas urusan domestik. Namun, Denmark masih mengendalikan beberapa bidang strategis seperti politik luar negeri, pertahanan, dan kebijakan keuangan, dengan melibatkan pemerintah lokal Greenland.

Peran Amerika Serikat di Greenland

Saat Denmark diduduki Jerman Nazi dalam Perang Dunia II, AS dan Denmark menandatangani kesepakatan untuk menjaga Greenland agar tidak jatuh ke tangan musuh. Sekutu khawatir Jerman akan menggunakan Greenland sebagai basis serangan ke Amerika Utara.

Pada akhir perang, AS memiliki 17 fasilitas militer di Greenland. Setelah perang usai, wilayah tersebut kembali berada di bawah kendali Denmark.

Dalam era Perang Dingin, AS tetap mempertahankan kehadirannya melalui Pangkalan Udara Thule, yang kini dikenal sebagai Pituffik Space Base, pangkalan militer AS paling utara di dunia dan telah beroperasi sejak 1950-an.

Fakta Menarik tentang Greenland

Jumlah penduduk: sekitar 57.751 jiwa (perkiraan 2024)

Ibu kota: Nuuk (dihuni hampir seperempat populasi)

Bahasa: Greenlandic, Denmark, Inggris

Sumber daya alam: batu bara, bijih besi, emas, berlian, uranium, ikan, energi air, serta potensi minyak dan gas

Taman nasional terbesar di dunia: Taman Nasional Greenland Timur Laut mencakup sekitar 46 persen wilayah pulau

Nama asli: Kalaallit Nunaat, berarti “Tanah Orang-Orang Greenland”

Greenland dinamai oleh penjelajah Nordik Erik the Red pada tahun 985 M, diduga untuk menarik para pemukim dengan nama yang terdengar “hijau” dan ramah.

Greenland dalam Budaya Populer

Nama Greenland juga dikenal lewat film “Greenland” (2020), sebuah film bencana tentang kehancuran Bumi akibat komet. Dalam film tersebut, Greenland digambarkan sebagai lokasi bunker perlindungan.

Fakta menariknya, AS memang pernah membangun Camp Century, kota militer bawah es pada era Perang Dingin. Pangkalan rahasia ini dibangun pada 1959 dengan jaringan terowongan di bawah lapisan es Greenland.

Arti dan Makna Bendera Greenland

Bendera Greenland terdiri dari dua warna utama: putih dan merah, dengan lingkaran besar di sisi kiri. Desain ini melambangkan matahari yang memantul di atas es, serta mencerminkan hubungan historis Greenland dengan Denmark, yang juga menggunakan warna merah dan putih.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.