Warga Belanda Turun ke Jalan Kecam Tewasnya Perempuan dalam Operasi Imigrasi AS

AKURAT.CO Sejumlah warga di Belanda menggelar aksi protes di depan Europe House, Den Haag, pada Kamis (15/1) sebagai bentuk solidaritas terhadap korban penembakan oleh petugas U.S. Immigration and Customs Enforcement (ICE) di negara bagian Minnesota, Amerika Serikat.
Aksi bertajuk “International Vigil of Solidarity with ICE Victims” ini menghimpun puluhan demonstran yang mengkritik tajam kebijakan imigrasi Amerika Serikat dan tindakan aparat federal yang menewaskan seorang perempuan dalam operasi penegakan hukum imigrasi di Minneapolis awal bulan ini.
Para peserta membawa poster bertuliskan kritik keras seperti “Inhumane, conscienceless and evil” (tidak manusiawi, tanpa nurani, dan jahat), “Stop the war on immigrants” (hentikan perang terhadap imigran), serta “Let love rule the world” (biarkan cinta menguasai dunia). Mereka juga meneriakkan slogan-slogan seperti “Abolish ICE” (hapuskan ICE) dan “No to ICE, no to fascist USA” (menolak ICE, menolak AS fasis).
Dalam aksi tersebut, sejumlah lilin dan bunga mawar diletakkan di tanah sebagai penghormatan bagi para migran yang kehilangan nyawa dalam kebijakan imigrasi AS, termasuk korban terbaru dari insiden di Minnesota.
Demonstrasi kemudian berlanjut dengan long march setelah panitia membaca nama-nama korban yang tewas dalam operasi ICE sepanjang tahun 2025 dan awal 2026.
Insiden penembakan itu terjadi pada 7 Januari 2026, ketika seorang agen ICE menembak Renee Nicole Good, seorang warga negara AS berusia 37 tahun, dalam operasi penegakan imigrasi di selatan Minneapolis. Penembakan ini memicu gelombang protes di berbagai kota di AS dan meningkatkan tuntutan pertanggungjawaban terhadap tindakan aparat federal.
Pihak otoritas Amerika Serikat bersikukuh menyatakan penembakan tersebut sebagai tindakan pembelaan diri, sementara banyak pemimpin lokal dan kelompok masyarakat menilai penggunaan kekuatan tersebut tidak proporsional dan perlu diusut secara independen.
Demonstrasi semacam ini mencerminkan reaksi internasional terhadap kebijakan imigrasi AS yang semakin dipersoalkan, serta solidaritas global terhadap korban dan keluarganya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK







