Mahasiswa Asal Portugal Diduga Pelaku Penembakan Brown University dan MIT

AKURAT.CO Pria yang diduga menjadi pelaku penembakan massal di Brown University, Amerika Serikat, ditemukan tewas. Otoritas setempat memastikan pelaku mengakhiri hidupnya sendiri setelah aksi penembakan yang menewaskan dua orang dan melukai sejumlah lainnya.
Kepolisian meyakini pelaku yang sama juga bertanggung jawab atas penembakan fatal terhadap seorang fisikawan di Massachusetts Institute of Technology (MIT), yang terjadi di rumah korban di kawasan Boston.
Kepala Kepolisian Providence, Oscar Perez, mengidentifikasi pelaku sebagai Claudio Neves-Valente (48), warga negara Portugal yang tercatat sebagai mahasiswa Brown University. “Dia mengakhiri hidupnya malam ini,” ujar Perez dalam pernyataannya kepada media.
Jenazah Neves-Valente ditemukan di sebuah unit penyimpanan di New Hampshire. Polisi menemukan dua senjata api di lokasi tersebut dan menyimpulkan bahwa pelaku bertindak seorang diri.
Wali Kota Providence, Brett Smiley, mengatakan situasi kini mulai terkendali. “Malam ini, warga Providence akhirnya bisa bernapas lebih lega,” ujarnya.
Hingga saat ini, pihak berwenang belum menemukan motif pasti di balik penembakan massal di Brown University maupun pembunuhan terpisah di MIT. Perez menyebut penyelidikan yang berawal dari Providence menjadi kunci terhubungnya kedua kasus tersebut, meski belum merinci lebih jauh. Konferensi pers lanjutan dijadwalkan digelar di Boston.
Penembakan massal di Brown University terjadi pada Sabtu lalu di Providence, Rhode Island. Seorang pria bersenjata laras panjang masuk ke salah satu gedung kampus saat masa ujian berlangsung dan melepaskan tembakan, menewaskan dua mahasiswa sebelum melarikan diri.
Dua korban tewas diketahui bernama Ella Cook, wakil ketua organisasi Partai Republik di Brown University, serta Mukhammad Aziz Umurzokov, mahasiswa asal Uzbekistan yang bercita-cita menjadi ahli bedah saraf.
Wali Kota Smiley sebelumnya menyampaikan bahwa satu korban selamat masih dalam kondisi kritis namun stabil, lima orang lainnya dalam kondisi stabil, dan dua korban telah diperbolehkan pulang dari rumah sakit.
Dalam tahap awal penyelidikan, polisi sempat merilis foto seseorang yang dianggap penting dalam kasus ini serta individu lain yang berada di sekitar lokasi kejadian. Seorang pria juga sempat ditahan, namun kemudian dibebaskan karena tidak terbukti terlibat.
Kasus penembakan massal di Brown University turut memicu sorotan terhadap sistem keamanan kampus. Universitas tersebut dikritik setelah terungkap bahwa dari sekitar 1.200 kamera pengawas yang dimiliki, tidak satu pun terhubung langsung dengan sistem pemantauan kepolisian. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, turut melontarkan kritik terkait lemahnya pengamanan.
Sepanjang tahun ini, Amerika Serikat mencatat lebih dari 300 kasus penembakan massal, menurut Gun Violence Archive. Lembaga tersebut mendefinisikan penembakan massal sebagai insiden di mana sedikitnya empat orang tertembak. Upaya pembatasan kepemilikan senjata api hingga kini masih terhambat oleh kebuntuan politik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 7Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 8Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi








