Akurat

Gelombang Demonstrasi Anti-Pemerintah Terus Berkobar, Puluhan Penerbangan ke Iran Dibatalkan

Fitra Iskandar | 9 Januari 2026, 23:10 WIB
Gelombang Demonstrasi Anti-Pemerintah Terus Berkobar, Puluhan Penerbangan ke Iran Dibatalkan

AKURAT.CO Sekitar 25 penerbangan dari Uni Emirat Arab (UEA) dan Turki menuju Iran dibatalkan pada Jumat (9/1). Pembatalan ini terkait maraknya gelombang protes anti–Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei yang mengguncang Teheran dan sejumlah kota lain.

Mengutip laporan Reuters, sedikitnya 20 penerbangan flydubai dari Dubai menuju Teheran, Shiraz, dan Mashhad dibatalkan. Selain itu, enam penerbangan Turkish Airlines dengan tujuan Iran juga mengalami pembatalan, berdasarkan data dari situs resmi Bandara Dubai.

Hingga kini, otoritas penerbangan belum memberikan penjelasan resmi terkait alasan pembatalan. Namun, langkah tersebut terjadi bersamaan dengan pemadaman total internet di Iran, yang membuat negara itu praktis terputus dari dunia luar. Sambungan telepon internasional sulit dilakukan, sementara situs-situs berita Iran hanya bisa diakses secara terbatas.

Protes Terbesar dalam Tiga Tahun Terakhir

Aksi demonstrasi di Iran bermula sejak pekan lalu akibat melonjaknya inflasi dan tekanan ekonomi. Dalam waktu singkat, protes tersebut berkembang menjadi kerusuhan terbesar di Iran dalam tiga tahun terakhir, dengan demonstrasi dilaporkan terjadi di seluruh provinsi.

Situasi semakin memanas pada Jumat setelah Putra Mahkota Iran di pengasingan, Reza Pahlavi, menyerukan para pendukungnya untuk turun ke jalan. Kelompok hak asasi manusia mencatat puluhan korban tewas akibat kekerasan selama aksi berlangsung.

Khamenei Tuduh Ada Campur Tangan AS

Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menuduh para demonstran bertindak atas arahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Ia menuding para perusuh menyerang fasilitas publik dan menegaskan bahwa pemerintah Iran tidak akan mentoleransi pihak-pihak yang dianggap sebagai “antek asing”.

Sementara itu, Trump—yang sebelumnya memerintahkan serangan udara ke Iran pada musim panas lalu—menyatakan bahwa Amerika Serikat bisa memberikan dukungan kepada para pengunjuk rasa. Ia bahkan mengancam akan bertindak keras jika demonstran dibunuh.

Korban Tewas dan Ribuan Ditahan

Televisi pemerintah Iran menayangkan gambar bus, mobil, dan sepeda motor yang terbakar, serta kebakaran di stasiun metro dan gedung perbankan. Pemerintah Iran menuduh Organisasi Mujahidin Rakyat Iran (MKO) sebagai dalang kerusuhan.

Menurut Human Rights Activists News Agency yang berbasis di AS, sedikitnya 42 orang tewas, sementara lebih dari 2.270 orang ditahan sejak aksi protes meletus.

Gelombang kerusuhan ini tidak hanya mengguncang stabilitas dalam negeri Iran, tetapi juga mulai berdampak pada transportasi internasional dan hubungan luar negeri, termasuk pembatalan massal penerbangan ke berbagai kota di negara tersebut.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.