Finlandia Tidak Melihat Tanda-tanda AS Berencana Mencaplok Greenland

AKURAT.CO Menteri Luar Negeri Finlandia Elina Valtonen menegaskan tidak ada indikasi bahwa Amerika Serikat tengah menyiapkan operasi militer untuk mengambil alih Greenland. Meski begitu, ia mengakui adanya komentar dari Washington yang dinilainya “mengkhawatirkan” terkait keinginan mengakuisisi pulau tersebut.
Valtonen menyampaikan hal tersebut kepada wartawan di Gedung Parlemen Finlandia, Helsinki, Kamis (8/1). Ia menegaskan Finlandia sepenuhnya mendukung penilaian Denmark serta menghormati hak penentuan nasib sendiri bagi Denmark dan Greenland.
“Denmark telah menilai bahwa pesan dari Amerika Serikat harus dipandang serius, dan kami mempercayai penilaian Denmark,” ujar Valtonen, seperti dikutip media Finlandia YLE.
Ia menekankan bahwa kerja sama antarnegara sekutu, khususnya di kawasan Arktik, harus dibangun atas dasar saling menghormati, bukan tekanan. Menurut Valtonen, negara-negara Nordik memiliki keahlian khusus terkait kondisi Arktik yang siap dibagikan kepada sekutu NATO untuk memperkuat keamanan regional.
Meski demikian, Valtonen kembali menegaskan bahwa hingga kini tidak ditemukan bukti adanya rencana operasi militer AS terhadap Greenland, meskipun pernyataan Washington telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan pejabat Eropa.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah Komite Urusan Luar Negeri Parlemen Finlandia menggelar pertemuan luar biasa. Pertemuan itu membahas sejumlah isu, mulai dari perkembangan terkait Greenland dan Venezuela, gangguan kabel bawah laut di Laut Baltik, hingga situasi keamanan di Ukraina.
Isu Greenland kembali mencuat setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan minatnya untuk mengakuisisi pulau terbesar di dunia itu dengan alasan keamanan nasional. Pernyataan tersebut menuai reaksi keras dari Denmark dan sejumlah negara Eropa, yang menegaskan pentingnya menghormati kedaulatan Greenland sebagai wilayah otonom di bawah Kerajaan Denmark.
Dalam kesempatan yang sama, Valtonen juga menyinggung rencana Amerika Serikat menarik diri dari 66 organisasi dan perjanjian internasional. Ia menyebut langkah tersebut sebagai perkembangan penting yang berpotensi berdampak luas terhadap tatanan global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 2Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 3Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 4Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 5Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 6Bertarung di Korea Selatan Hingga Thailand, Klub Indonesia Tunjukkan Daya Saing di Asia
- 7John Herdman Terkejut dengan Standar Ekspektasi, Sebut Suporter Berharap Timnas Indonesia seperti Brasil
- 8Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 9Pertemuan Prabowo dan El-Sisi Hasilkan Empat Kesepakatan Kerja Sama, Mulai Statistik hingga Kelautan
- 10Indonesia dan Mesir Tegaskan Solusi Dua Negara Kunci Perdamaian Palestina








