Akurat

Trump Tarik AS Keluar dari Puluhan Organisasi Internasional dan Tinggalkan Perjanjian Iklim Global

Fitra Iskandar | 8 Januari 2026, 08:00 WIB
Trump Tarik AS Keluar dari Puluhan Organisasi Internasional dan Tinggalkan Perjanjian Iklim Global


AKURAT.CO Pemerintahan Presiden Donald Trump kembali mengambil langkah kontroversial. Gedung Putih mengumumkan bahwa Amerika Serikat akan keluar dari puluhan organisasi internasional, termasuk badan PBB yang menangani isu kependudukan serta perjanjian iklim global yang menjadi dasar negosiasi perubahan iklim internasional.

Keputusan ini diambil setelah Presiden Trump pada Rabu menandatangani perintah eksekutif yang menghentikan dukungan Amerika Serikat terhadap 66 organisasi, badan, dan komisi internasional. Langkah tersebut merupakan hasil peninjauan menyeluruh terhadap keterlibatan dan pendanaan AS di seluruh lembaga internasional, termasuk yang berada di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Menurut pernyataan Gedung Putih yang diunggah di media sosial, sebagian besar lembaga yang terdampak merupakan badan PBB yang bergerak di bidang iklim, ketenagakerjaan, serta isu-isu sosial yang oleh pemerintahan Trump dianggap terkait agenda keberagaman dan “woke”.

“Pemerintahan Trump menilai lembaga-lembaga ini tumpang tindih, dikelola dengan buruk, tidak perlu, boros, serta berpotensi mengancam kedaulatan, kebebasan, dan kemakmuran nasional Amerika Serikat,” demikian pernyataan Departemen Luar Negeri AS.

AS Makin Menarik Diri dari Multilateralisme

Kebijakan Trump keluar dari organisasi internasional ini menandai semakin jauhnya Amerika Serikat dari kerja sama global. Keputusan tersebut muncul di tengah serangkaian langkah agresif Washington di arena internasional, mulai dari operasi militer hingga ancaman politik yang mengguncang sekutu dan lawan, termasuk penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan sinyal keinginan AS untuk mengambil alih Greenland.

Sebelumnya, pemerintahan Trump juga telah menghentikan dukungan terhadap sejumlah lembaga penting, seperti Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA), Dewan HAM PBB, serta UNESCO. Pemerintah AS kini hanya membayar iuran ke lembaga yang dinilai sejalan dengan agenda Trump.

“Yang kita lihat adalah pendekatan ‘cara kami atau tidak sama sekali’ dalam kerja sama internasional,” kata Daniel Forti dari International Crisis Group. Menurutnya, Washington hanya ingin terlibat dalam kerja sama global sesuai kepentingannya sendiri.

Dampak Besar bagi PBB dan Lembaga Global

Langkah ini menjadi perubahan tajam dibandingkan kebijakan pemerintahan AS sebelumnya, baik dari Partai Republik maupun Demokrat. PBB, yang saat ini tengah melakukan reformasi internal, terpaksa merespons dengan pengurangan staf dan program.

Sejumlah organisasi non-pemerintah independen juga melaporkan penutupan proyek secara luas setelah pemerintahan Trump memangkas bantuan luar negeri melalui USAID pada tahun lalu.

Meski menarik diri dari banyak lembaga, pejabat AS menegaskan Amerika Serikat masih melihat nilai strategis PBB. Washington akan memfokuskan dana pembayar pajak untuk memperkuat pengaruh AS di lembaga-lembaga penetapan standar global yang dianggap strategis, terutama dalam persaingan dengan China, seperti International Telecommunications Union dan International Maritime Organization.

AS Resmi Tinggalkan Perjanjian Iklim Global

Salah satu keputusan paling disorot adalah penarikan diri AS dari UN Framework Convention on Climate Change (UNFCCC), perjanjian iklim global yang menjadi dasar Kesepakatan Paris. Perjanjian ini melibatkan 198 negara dan menjadi tulang punggung upaya dunia menekan pemanasan global.

Trump, yang berulang kali menyebut perubahan iklim sebagai “tipuan”, sebelumnya juga menarik AS dari Perjanjian Paris tak lama setelah kembali ke Gedung Putih.

Mantan penasihat iklim Gedung Putih, Gina McCarthy, menyebut keputusan ini sebagai langkah “memalukan dan sangat keliru”.

“Dengan menjadi satu-satunya negara yang keluar dari UNFCCC, Amerika Serikat membuang puluhan tahun kepemimpinan iklim global,” ujarnya.

Para ilmuwan arus utama menegaskan perubahan iklim telah memicu cuaca ekstrem yang semakin mematikan dan mahal, mulai dari banjir, kekeringan, kebakaran hutan, hingga gelombang panas ekstrem. Penarikan diri AS dikhawatirkan akan melemahkan upaya global menekan emisi gas rumah kaca.

Daftar Organisasi yang Ditinggalkan AS

Selain badan iklim dan kependudukan PBB, Amerika Serikat juga akan keluar dari sejumlah organisasi lain, antara lain Carbon Free Energy Compact, United Nations University, International Cotton Advisory Committee, International Tropical Timber Organization, hingga International Federation of Arts Councils and Culture Agencies.

Departemen Luar Negeri AS menyatakan evaluasi terhadap keterlibatan Amerika Serikat di organisasi internasional lainnya masih terus berlangsung.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.