Akurat

Bagaimana Bisa Nicolas Maduro Menjadi Pengikut Guru Spiritual asal India, Sai Baba?

Fitra Iskandar | 7 Januari 2026, 07:20 WIB
Bagaimana Bisa Nicolas Maduro Menjadi Pengikut Guru Spiritual asal India, Sai Baba?

AKURAT.CO Mantan Presiden Venezuela, Nicolás Maduro, membuat pernyataan mengejutkan saat pertama kali muncul di pengadilan New York, Senin (5/1). Pria yang ditangkap pemerintah Amerika Serikat atas tuduhan perdagangan narkoba itu berkata, “Atas nama Tuhan, kalian akan lihat saya akan bebas,” dan menyebut dirinya sebagai “orang beriman.”

Maduro, yang mengaku tidak bersalah, memang lahir dan besar di negara dengan mayoritas penduduk Katolik. Namun, keyakinan spiritualnya ternyata tidak sesederhana itu. Bersama istrinya, Cilia Flores, serta Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodríguez, Maduro diketahui sebagai pengikut mendiang guru spiritual asal India, Sri Sathya Sai Baba.

Sai Baba dikenal luas sebagai sosok “manusia suci” yang dipercaya para pengikutnya memiliki kemampuan menyembuhkan penyakit hingga memunculkan benda secara ajaib. Ia memiliki puluhan juta pengikut di berbagai negara sebelum wafat pada 2011.

Di Istana Miraflores, kantor kepresidenan Venezuela, potret Sai Baba pernah dipajang berdampingan dengan foto Hugo Chávez dan pahlawan nasional Simón Bolívar. Foto tahun 2005 juga memperlihatkan Maduro dan Flores berlutut di hadapan Sai Baba di ashram Prasanthi Nilayam, India. Sementara itu, Delcy Rodríguez beberapa kali tertangkap kamera berkunjung ke ashram tersebut pada 2023 dan 2024.

Saat Sai Baba meninggal dunia, pemerintah Venezuela bahkan menetapkan hari berkabung nasional. Pada ulang tahun Sai Baba November 2025—beberapa pekan sebelum rezim Maduro runtuh—Maduro masih sempat mengeluarkan pernyataan publik bernuansa spiritual. Ia menyebut Sai Baba sebagai “makhluk cahaya” yang penuh kebijaksanaan.

Sai Baba, yang lahir dengan nama Sathyanarayana Raju pada 1926, mengklaim sebagai reinkarnasi tokoh suci Shirdi Sai Baba sejak usia 14 tahun. Ajarannya menekankan nilai universal seperti cinta kasih, pelayanan kepada sesama, dan tidak menyakiti siapa pun. Pengikutnya datang dari berbagai agama, bahkan simbol organisasinya memuat lambang lima agama besar dunia.

Namun, sosok Sai Baba juga menuai kontroversi. Ia pernah dituduh melakukan pelecehan seksual oleh sejumlah mantan pengikut pria, sebagaimana dilaporkan BBC pada 2006. Selain itu, pada 1993, enam pengikut muda tewas ditembak polisi di kamar pribadinya dalam kasus yang hingga kini masih diperdebatkan.

Meski demikian, organisasi Sai Baba tetap aktif secara global. Lembaga amalnya beroperasi di lebih dari 120 negara, menyediakan rumah sakit gratis, sekolah, universitas, hingga proyek air bersih. Di Amerika Latin, ajarannya memiliki pengaruh besar, terutama di Venezuela yang disebut memiliki konsentrasi pengikut tertinggi.

Lebih dari 30 pusat Sai Baba berdiri di Venezuela, dari wilayah pegunungan Andes hingga komunitas suku Amazon. Yang pertama didirikan di Caracas pada 1974. Kegiatan keagamaan dilakukan dalam bahasa Spanyol, bahkan lagu rohani berjudul Mi Destino pernah dipopulerkan kelompok pemuda Sai Baba Venezuela pada 2016.

Salah satu pengikut lama, Ana Elena Diaz-Viana, mengaku tertarik pada Sai Baba karena pengalaman spiritual yang ia sebut sebagai “keajaiban.” Ia bercerita pernah bermimpi melihat sosok berjubah putih berambut keriting besar, yang kemudian ia kenali sebagai Sai Baba lewat film dokumenter. Ia juga merasa mendapat kekuatan spiritual saat anaknya sakit parah dan ketika dirinya menjalani operasi tumor otak.

Menurut Diaz-Viana, di tengah krisis ekonomi Venezuela, kisah-kisah keajaiban Sai Baba memberi harapan bagi banyak orang. Namun, situasi berubah ketika Maduro mulai mendekat ke ajaran tersebut. Ia menilai kedekatan penguasa dengan Sai Baba justru memunculkan konflik internal di kalangan pengikut.

“Sulit menerima bahwa guru spiritual yang kami cintai juga diikuti oleh politisi yang dituduh merusak negara,” ujarnya. Meski begitu, ia percaya keadilan Tuhan pada akhirnya akan berlaku.

Pandangan serupa disampaikan Ravi Lakshminarayan, pengikut Sai Baba yang menetap di ashram India. Menurutnya, berkah spiritual hanya bertahan pada orang yang menjalani hidup dengan benar.

“Jika seseorang menyimpang dari jalan kebaikan, perlindungan itu perlahan hilang. Banyak tokoh besar yang akhirnya jatuh karena perbuatannya sendiri,” katanya.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.