Akurat

Krisis Venezuela Jadi Alarm Global, Keselamatan WNI Harus Jadi Prioritas Utama

Siti Nur Azzura | 6 Januari 2026, 12:55 WIB
Krisis Venezuela Jadi Alarm Global, Keselamatan WNI Harus Jadi Prioritas Utama

AKURAT.CO Politik Venezuela yang memanas pada Januari 2026 menyita perhatian dunia internasional, setelah Presiden Nicolás Maduro ditangkap oleh Amerika Serikat (AS), dan dibawa ke pengadilan federal di New York.

Hal ini tidak hanya mengguncang stabilitas internal Venezuela, tetapi juga memunculkan kekhawatiran luas terkait kedaulatan negara, intervensi asing, serta dampaknya terhadap warga sipil, termasuk Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di wilayah tersebut.

Anggota Komisi I DPR RI, Yudha Novanza Utama, mengapresiasi langkah cepat Kementerian Luar (Kemlu) melalui KBRI Caracas yang secara aktif memantau kondisi keamanan, memastikan komunikasi dengan seluruh WNI, serta menyatakan bahwa hingga saat ini WNI di Venezuela dalam kondisi aman.

Baca Juga: Sejumlah Negara Islam Ramai-ramai Respons Serangan Amerika Serikat ke Venezuela

"Langkah proaktif pemerintah melalui pemantauan intensif dan komunikasi berkelanjutan dengan WNI merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam melindungi warganya di luar negeri," ujarnya di Jakarta, dikutip, Selasa (6/1/2026).

Menurutnya, keselamatan WNI harus menjadi prioritas utama di tengah eskalasi konflik geopolitik di Venezuela. Pemerintah perlu terus memperkuat pendataan WNI secara real-time, meningkatkan kewaspadaan, serta menyiapkan skenario kontingensi termasuk evakuasi apabila situasi keamanan memburuk. 

Pengalaman krisis di berbagai kawasan dunia menunjukkan bahwa kesiapsiagaan sejak dini menjadi kunci utama dalam mitigasi risiko keselamatan WNI. "Perlindungan WNI tidak boleh bersifat reaktif. Negara harus selalu satu langkah lebih siap," ujarnya.

DIa menekankan bahwa krisis Venezuela juga menjadi pengingat penting bagi Indonesia akan arti strategis stabilitas politik, ketahanan nasional, dan diplomasi yang bermartabat.

Maka penyelesaian konflik internasional harus ditempuh melalui dialog dan mekanisme multilateral, bukan intervensi sepihak yang berpotensi menciptakan preseden berbahaya bagi negara berkembang. 

Baca Juga: Cilia Flores, “First Combatant” Venezuela: Sosok Kuat di Balik Kekuasaan Nicolas Maduro

"Indonesia didorong untuk mengambil peran aktif di forum internasional seperti PBB dan Gerakan Non-Blok guna mendorong de-eskalasi konflik dan perlindungan warga sipil," jelasnya.

Dia menegaskan, Indonesia harus tetap konsisten menjalankan politik luar negeri bebas aktif, menjunjung tinggi kedaulatan negara, serta memastikan negara hadir penuh dalam melindungi setiap WNI di mana pun berada. 

"Di tengah dunia yang semakin tidak pasti, keselamatan WNI, ketahanan nasional, dan diplomasi damai harus menjadi fondasi utama kebijakan luar negeri Indonesia," tegasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.