Akurat

Tragedi Kebakaran Resor Ski Swiss: Para Penyelidik Hadapi Tugas Berat Identifikasi 40 Korban Tewas

Kumoro Damarjati | 3 Januari 2026, 15:09 WIB
Tragedi Kebakaran Resor Ski Swiss: Para Penyelidik Hadapi Tugas Berat  Identifikasi 40 Korban Tewas

AKURAT.CO Penyelidik Swiss pada Jumat mulai melakukan proses identifikasi jenazah korban kebakaran di sebuah bar yang dipadati pengunjung saat pesta Malam Tahun Baru di resor ski mewah Crans-Montana. Kebakaran tersebut menewaskan sekitar 40 orang dan melukai sedikitnya 115 lainnya, sebagian dalam kondisi serius.

Otoritas setempat menyatakan sebagian besar korban mengalami luka bakar parah, sehingga proses identifikasi diperkirakan memakan waktu beberapa hari. Mayoritas korban merupakan anak muda yang tengah berpesta di bar Le Constellation ketika kebakaran terjadi.

Keluarga korban yang dilaporkan hilang terus berdatangan dan menyampaikan permohonan informasi, sementara sejumlah kedutaan besar asing berupaya memastikan apakah warga negara mereka termasuk di antara korban. Tragedi ini disebut sebagai salah satu bencana paling mematikan dalam sejarah modern Swiss.

“Prioritas utama kami adalah memastikan identitas seluruh korban,” kata Wali Kota Crans-Montana, Nicolas Feraud, dalam konferensi pers pada Kamis malam. Ia menegaskan proses tersebut tidak dapat dilakukan secara cepat karena kondisi jenazah.

Kepala pemerintahan wilayah Valais, Mathias Reynard, mengatakan tim forensik menggunakan pemeriksaan gigi dan tes DNA untuk mengidentifikasi para korban. “Proses ini harus dilakukan dengan sangat hati-hati. Informasi kepada keluarga hanya akan disampaikan jika kami benar-benar yakin,” ujarnya.

Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Namun otoritas Swiss menyatakan indikasi awal mengarah pada kecelakaan, bukan tindakan kriminal. Keterangan sejumlah penyintas serta rekaman video di media sosial menunjukkan kemungkinan api bermula ketika langit-langit ruang bawah tanah bar tersambar api, diduga akibat lilin yang diletakkan terlalu dekat.

Peristiwa tersebut mengguncang warga Crans-Montana, kota yang dikenal sebagai destinasi ski dan golf kelas dunia. Banyak warga mengaku mengenal para korban dan menyatakan keterkejutannya atas tragedi itu.

Pada Kamis malam, ratusan orang berkumpul di dekat lokasi kejadian untuk memberikan penghormatan. Puluhan warga meletakkan bunga dan menyalakan lilin di altar darurat di ujung jalan menuju bar yang telah dipasangi garis polisi. Suasana hening menyelimuti area tersebut, dengan sebagian warga terlihat menangis dan saling berpelukan.

“Selama ini kami merasa aman di sini, tapi kejadian ini menunjukkan hal seperti ini bisa terjadi di mana saja. Mereka adalah orang-orang seperti kita,” kata Piermarco Pani, warga berusia 18 tahun.

Polisi menyatakan beberapa jenazah masih berada di dalam bar yang terbakar dan memastikan proses evakuasi serta identifikasi akan dilakukan tanpa henti hingga seluruh korban terdata.

Sejumlah penyintas mengatakan api menyebar dengan sangat cepat. Kean Sarbach (17) mengaku berbincang dengan beberapa orang yang berhasil menyelamatkan diri, sebagian di antaranya mengalami luka bakar serius.

Sementara itu, Elisa Sousa (17) mengatakan dirinya semula berencana datang ke bar tersebut, namun akhirnya menghadiri acara keluarga. “Saya harus berterima kasih kepada ibu saya karena melarang saya pergi. Kalau tidak, saya tidak tahu bagaimana nasib saya sekarang,” ujarnya saat menghadiri acara peringatan korban.

 
 
 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.