Pria Swiss Dipenjara karena Dianggap Merendahkan Transgender di Facebook

AKURAT.CO Seorang pria asal Swiss dijatuhi hukuman penjara setelah menolak membayar denda terkait komentar yang dianggap merendahkan kelompok transgender di media sosial Facebook.
Pria tersebut, Emanuel Brünisholz, seorang pembuat instrumen musik dari Burgdorf, Canton Bern, mulai menjalani hukuman 10 hari penjara pada 2 Desember setelah menolak membayar denda yang dijatuhkan pengadilan.
Kasus ini memicu perdebatan luas di Swiss, terutama terkait batas antara kebebasan berpendapat dan ujaran kebencian.
Komentar yang Memicu Kasus
Kasus bermula pada Desember 2022 ketika Brünisholz menanggapi unggahan seorang anggota parlemen konservatif di Facebook. Ia menulis:
“Ketika mereka menggali kerangka orang LGBTQI dalam 200 tahun, mereka hanya akan menemukan kerangka laki-laki atau perempuan. Selebihnya adalah gangguan mental akibat kurikulum sekolah.”
Delapan bulan kemudian, Brünisholz dipanggil kepolisian untuk dimintai keterangan. Pada September 2023, jaksa resmi membuka proses hukum terhadapnya.
Dalam dakwaan, jaksa menyatakan komentar tersebut merupakan bentuk penghinaan publik terhadap individu LGBTQI berdasarkan orientasi seksual dan dinilai melanggar martabat manusia.
Hukuman dan Penolakan Banding
Pengadilan menjatuhkan denda sebesar €540, dengan tambahan denda tertunda sebesar €2.700, serta biaya pengadilan €860. Brünisholz mengajukan banding, namun ditolak.
Karena menolak membayar seluruh denda tersebut, ia akhirnya dijatuhi hukuman pengganti berupa penjara.
Reaksi Publik: Kebebasan Berpendapat Dipertanyakan
Kasus ini memicu reaksi tajam dari kelompok yang menyoroti kebebasan berekspresi di Swiss. Salah satunya, Bündnis Redefreiheit (Koalisi Kebebasan Berpendapat) yang menyebut Brünisholz sebagai “martir kebebasan berbicara”.
Manajer kelompok tersebut, Andrea Seaman, menilai hukum yang diterapkan justru bertentangan dengan prinsip kebebasan berpendapat.
“Seorang pria dipenjara karena mengatakan hal yang dianggap benar menurutnya. Hukum yang seharusnya melindungi kebebasan justru digunakan untuk membungkam,” ujar Seaman.
Perdebatan Legalitas dan Celah Regulasi
Harian Swiss NZZ melaporkan bahwa regulasi anti-rasisme Swiss selama ini melindungi individu berdasarkan orientasi seksual seperti gay, lesbian, dan biseksual — namun tidak secara spesifik melindungi identitas gender, seperti transgender atau non-biner.
Walau komentar Brünisholz menargetkan identitas gender, pengadilan tetap memutuskan untuk mempidanakannya, yang kemudian memicu kritik dari sejumlah pakar hukum.
Penulis NZZ, Rico Bandle, menilai kasus tersebut menandakan meningkatnya tekanan terhadap kebebasan berpendapat di Swiss.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Link Twibbon Hari Santri 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Memasangnya
- 4Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 5Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 620 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 7Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 8Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 9Enam Perusahaan Kena Sanksi Karhutla, Total Sudah 32
- 10Prabowo Usut Tuntas Karhutla: Kali Ini Tidak Bisa Ditindak Biasa-biasa Saja







