Inggris Hadapi Flu Super Terburuk, Pemerintah Desak Dokter Batalkan Mogok

AKURAT.CO Inggris tengah menghadapi gelombang flu super yang belum pernah terjadi sebelumnya, dengan lonjakan kasus yang membuat sistem kesehatan nasional berada dalam kondisi kritis. Menteri Kesehatan Inggris, Wes Streeting, meminta para dokter menunda rencana mogok kerja selama lima hari menjelang Natal guna mencegah tekanan lebih besar pada layanan kesehatan.
Streeting mengatakan Layanan Kesehatan Nasional (NHS) kini berada dalam “situasi sangat genting” akibat peningkatan tajam kasus flu. Ia menilai kondisi ini sebagai tantangan terbesar sejak pandemi melanda Inggris. Data NHS yang dirilis Kamis (11/12) menunjukkan kasus flu mencapai rekor tertinggi tahun ini, melonjak 55 persen dalam sepekan. Rata-rata 2.660 pasien flu dirawat di rumah sakit setiap hari sepanjang pekan lalu.
Direktur Medis Nasional NHS, Meghana Pandit, memperingatkan bahwa permintaan layanan kesehatan mencapai level rekor, sementara ancaman mogok dokter residen memperburuk situasi. Ia menyebut gelombang flu super ini menempatkan NHS pada “skenario terburuk” untuk periode akhir tahun.
Streeting memprediksi jumlah kasus bisa meningkat hingga tiga kali lipat sebelum mencapai puncak musim flu. Ia menyebut kondisi rumah sakit saat ini “tidak dapat diterima” dan mendesak para dokter residen menerima tawaran pemerintah. Dalam artikelnya di The Times, ia mengatakan langkah itu penting demi menjaga keberlangsungan layanan kesehatan publik.
Krisis yang dialami NHS menjadi isu politik besar di Inggris. Pemerintahan Partai Buruh yang dipimpin Perdana Menteri Keir Starmer berada di bawah tekanan untuk menurunkan waktu tunggu pasien dan menstabilkan layanan kesehatan. Rencana mogok dokter residen yang dimulai pekan depan akan menjadi aksi ke-14 sejak Maret 2023.
Aksi mogok sebelumnya dipicu oleh perselisihan terkait gaji dan terbatasnya kesempatan pelatihan bagi dokter residen—tenaga medis yang berada satu level di bawah konsultan rumah sakit. Streeting mengatakan pemerintah telah menyetujui tuntutan serikat dokter untuk memprioritaskan tenaga medis yang dilatih di Inggris dalam perekrutan posisi pelatihan, serta menambah jumlah tempat pelatihan.
Namun, ia menegaskan pemerintah tidak akan menaikkan gaji dokter residen lebih jauh. Menurutnya, tenaga medis sudah menerima kenaikan gaji sebesar 28,9 persen dalam tiga tahun terakhir, termasuk kenaikan tertinggi di sektor publik dalam dua tahun terakhir.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









