Akurat

Putin Tegaskan Rusia Akan Kuasai Donbas Dengan Cara Apa Saja

Kumoro Damarjati | 5 Desember 2025, 08:23 WIB
Putin Tegaskan Rusia Akan Kuasai Donbas Dengan Cara Apa Saja


AKURAT.CO Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan bahwa Moskow akan mengambil alih wilayah Donbas di Ukraina “dengan cara militer atau metode lainnya,” meski pembicaraan damai terus berlangsung tanpa hasil konkret. Pernyataan itu disampaikan ketika pejabat Ukraina bersiap menggelar pertemuan lanjutan dengan Amerika Serikat terkait rencana penghentian perang.

Putin tiba di New Delhi pada Kamis untuk bertemu Perdana Menteri India Narendra Modi, dua hari setelah menggelar dialog dengan delegasi AS yang dipimpin utusan khusus Steve Witkoff di Moskow.

Di saat yang sama, pejabat Ukraina dijadwalkan terbang ke AS untuk melakukan pembicaraan dengan delegasi Washington mengenai proposal penyelesaian konflik, menurut sumber Ukraina yang dikutip CNN.

Dalam wawancara dengan India Today sebelum pertemuan dengan Modi, Putin menyatakan bahwa Rusia akan “membebaskan Donbas dan Novorossiya dalam keadaan apa pun — secara militer atau cara lain,” mengutip laporan kantor berita Rusia TASS.

Ketika ditanya apa yang dianggap sebagai kemenangan Rusia, Putin menyebut tujuan operasi militer khusus masih tetap sama. “Kami akan menyelesaikan ini ketika tujuan yang ditetapkan tercapai dan wilayah tersebut dibebaskan,” ujarnya.

Tuntutan Teritorial Jadi Penghalang Perdamaian

Rusia menuntut Ukraina menyerahkan wilayah Donbas yang telah diklaim melalui aneksasi meski belum sepenuhnya dikuasai. Putin juga kembali menggunakan istilah Novorossiya atau “Rusia Baru”, konsep geopolitik era Kekaisaran Rusia yang juga muncul dalam argumen aneksasi Krimea pada 2014.

Ukraina berkali-kali menolak tuntutan tersebut, dan perkembangan terbaru menunjukkan kompromi semakin sulit dicapai.

Analisis Institute for the Study of War menyebut bahwa dengan kecepatan serangan saat ini, Rusia baru akan sepenuhnya menguasai wilayah Donetsk pada Agustus 2027.

Pertemuan Moskow dengan Delegasi AS Belum Berbuah Terobosan

Putin mengatakan bahwa pertemuan dengan Witkoff serta Jared Kushner, menantu mantan Presiden AS Donald Trump, berjalan panjang dan membahas seluruh poin proposal damai AS. Namun, Rusia disebut masih tidak sepakat dengan sejumlah poin utama.

Trump menyebut pertemuan itu “sangat baik”, namun mengakui belum ada hasil pasti. “Diperlukan dua pihak untuk mencapai kesepakatan,” katanya.

Proposal perdamaian yang beredar pada November berisi 28 poin dan dinilai sebagian pihak memberikan konsesi besar kepada Rusia. Banyak dari usulan tersebut sebelumnya ditolak Ukraina dan sejumlah negara Eropa.

Penasihat kebijakan luar negeri Putin, Yury Ushakov, mengatakan beberapa poin proposal AS “masih dapat diterima”, namun poin lain dianggap tidak sesuai.

Delegasi Ukraina Bertolak ke Miami untuk Konsultasi Baru

Kepala delegasi Ukraina, Rustem Umerov, bersama Kepala Staf Umum Andrii Hnatov dijadwalkan tiba di Miami pada Kamis untuk melanjutkan pembahasan dengan Amerika Serikat terkait hasil pertemuan di Moskow.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebut pembicaraan tersebut penting untuk memahami sikap terbaru Rusia. “Tugas kami adalah mendapatkan informasi penuh tentang apa yang dibahas di Rusia serta alasan baru Putin memperpanjang perang dan memberi tekanan pada Ukraina,” katanya dalam pidato malam.

Pertemuan di Miami berlangsung empat hari setelah dialog tingkat tinggi sebelumnya yang dinilai “produktif dan konstruktif” oleh Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.