Akurat

Wisatawan Singapura Dikunci di Toko oleh Pemandu Wisata karena Menolak Berbelanja

Fitra Iskandar | 3 Desember 2025, 21:03 WIB
Wisatawan Singapura Dikunci di Toko oleh Pemandu Wisata karena Menolak Berbelanja


AKURAT.CO Sebanyak 23 wisatawan asal Singapura mengaku mengalami pemaksaan belanja saat mengikuti tur di Chengdu, Provinsi Sichuan, China. Salah satu peserta tur, penyanyi Singapura dan pemenang Campus SuperStar 2007, Shawn Tok, mengungkap insiden tersebut melalui unggahan di Instagram Stories.

Ia menyebut kejadian ini berlangsung pada November lalu, ketika ia bergabung dalam paket tur sembilan hari bersama rombongan lainnya, sebagaimana diberitakan Asia One.

Menurut laporan media lokal 8Days, rombongan wisatawan dipaksa membeli berbagai jenis barang seperti batu giok, perhiasan perak, obat herbal, dan sisir tradisional. Ketika sebagian anggota grup menolak berbelanja, pemandu tur disebut mengunci pintu toko dan tidak mengizinkan mereka keluar sebelum target penjualan terpenuhi. Hingga saat itu, wisatawan mengklaim sudah menghabiskan sekitar 105.000 yuan atau US$14.850 (Rp246 juta) selama perjalanan, namun pemandu tetap menyatakan jumlah tersebut belum mencukupi.

Shawn juga mengungkap bahwa sikap pemandu tur semakin tidak masuk akal sepanjang perjalanan. Ia menyebut rombongan tidak diizinkan beristirahat di dalam bus dan dipaksa mendengarkan promosi produk secara berulang. Pemandu bahkan mengancam akan membatalkan seluruh perjalanan jika para peserta kembali menolak melakukan pembelian.

Kecurigaan semakin kuat setelah Shawn meninjau kembali kontrak perjalanan dan tidak menemukan klausul wajib belanja. Ia juga menegaskan bahwa berdasarkan hukum setempat, pemberhentian belanja yang tidak tercantum dalam kontrak perjalanan merupakan pelanggaran.

Kasus ini kemudian dilaporkan kepada polisi. Para wisatawan menyerahkan bukti transaksi serta kuitansi sebagai bagian dari laporan dugaan penipuan perjalanan wisata. Setelah otoritas setempat turun tangan, biro perjalanan akhirnya dikabarkan memberikan pengembalian dana penuh kepada seluruh peserta.

Kasus Ini Viral dan Picu Diskusi Publik

Insiden tersebut dengan cepat menjadi bahan perhatian warganet. Banyak komentar di media sosial memperingatkan agar wisatawan tidak mudah tergiur paket wisata berbiaya rendah dan hanya memilih agen tur resmi. Beberapa pengguna menyebut bahwa kejadian ini bukan hal baru, sementara yang lain mengecam pemandu tur yang dinilai bertindak tidak profesional.

Sejumlah komentar bernada sinis juga muncul. Salah seorang warganet menulis, “Beberapa pemandu tur benar-benar bertingkah seperti pemaksa, bukan pemandu wisata.”

China Perketat Regulasi Tur Belanja Paksa

Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah China memang meningkatkan pengawasan terhadap praktik "paket wisata murah" yang kemudian memaksa peserta berbelanja di toko tertentu. Modus seperti ini telah lama dikaitkan dengan penipuan turis dan penyalahgunaan sektor pariwisata.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.