Thailand Siapkan Kapal Induk untuk Bantu Korban Banjir Terparah dalam 15 Tahun

AKURAT.CO Thailand pada Selasa mulai mempersiapkan pengiriman kapal induk yang membawa bantuan dan tim medis ke wilayah selatan, menyusul banjir terburuk dalam 15 tahun. Curah hujan tinggi memperparah kondisi dan menyulitkan proses evakuasi. Sedikitnya 13 orang dilaporkan tewas akibat bencana ini.
Banjir setinggi hingga 2 meter melanda sembilan provinsi di Thailand serta delapan negara bagian di Malaysia, di kawasan yang tahun lalu juga terdampak banjir musiman dan menewaskan 12 orang.
Kapal Induk Dikerahkan, 14 Kapal Disiapkan
Angkatan Laut Thailand menyatakan tengah menyiapkan 14 kapal, termasuk kapal induk Chakri Naruebet. Kapal itu akan membawa helikopter, dokter, perlengkapan bantuan, serta dapur lapangan yang mampu menyiapkan 3.000 porsi makanan per hari.
Dalam pernyataannya, angkatan laut mengatakan kapal induk tersebut juga dapat difungsikan sebagai rumah sakit terapung.
Hampir Dua Juta Warga Terdampak
Sekitar 1,9 juta warga terdampak banjir di Thailand. Badan meteorologi setempat memperkirakan hujan lebat dan potensi banjir bandang masih akan berlanjut. Kapal kecil diminta tidak berlayar karena gelombang diperkirakan mencapai lebih dari 3 meter.
Salah satu relawan dari Matchima Rescue Center di Kota Hat Yai, wilayah yang paling parah terdampak, mengatakan permintaan evakuasi meningkat tajam.
“Dalam tiga hari terakhir, panggilan masuk tidak berhenti—ribuan orang meminta dievakuasi atau meminta bantuan makanan,” ujarnya.
Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, menyebut banjir kali ini sebagai yang terburuk dalam 15 tahun.
Banjir ini juga berpotensi mengganggu industri karet Thailand—salah satu produsen terbesar dunia. Pemerintah memperkirakan produksi karet bisa turun sekitar 10.300 ton akibat hujan ekstrem.
Warga Kekurangan Makanan dan Air
Warga setempat melaporkan kesulitan mendapatkan makanan dan air bersih. Sinyal telepon pun terputus di sejumlah lokasi. Hat Yai mencatat curah hujan 335 mm pada Jumat lalu, jumlah tertinggi dalam satu hari dalam 300 tahun.
Kondisi di lapangan menunjukkan air berwarna cokelat menggenangi pusat kota, menenggelamkan kendaraan dan membuat warga harus dievakuasi menggunakan perahu karet.
Malaysia Juga Dilanda Banjir
Di Malaysia, lebih dari 18.500 orang telah mengungsi ke 126 pusat evakuasi, terutama di daerah perbatasan utara. Tim penyelamat dikerahkan ke rumah-rumah yang terendam, termasuk di Negara Bagian Perlis dan Kelantan.
Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, meminta warga mengutamakan keselamatan dan mengikuti instruksi evakuasi. Ia juga mengirim tim tambahan ke wilayah terdampak.
Di media sosial, ribuan warga terus meminta bantuan. Seorang warga Hat Yai menulis, “Air sudah mencapai lantai dua. Kami terjebak enam orang, termasuk dua lansia. Tolong bantu.”
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









