Akurat

Perjanjian Damai Thailand-Kamboja yang Digagas Trump Berantakan Setelah Seorang Warga desa Kamboja Tewas?

Fitra Iskandar | 13 November 2025, 21:47 WIB
Perjanjian Damai Thailand-Kamboja yang Digagas Trump Berantakan Setelah Seorang Warga desa Kamboja Tewas?

 

AKURAT.CO Perdamaian antara Thailand dan Kamboja kembali retak setelah baku tembak pecah di wilayah perbatasan pada Rabu (12/11/2025). Insiden ini menewaskan sedikitnya satu orang dan melukai beberapa lainnya, hanya dua hari setelah Bangkok menyatakan menangguhkan perjanjian damai yang disepakati dengan mediasi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Ketegangan Usai Penangguhan Kesepakatan Damai

Bentrok terbaru terjadi setelah empat tentara Thailand terluka akibat ledakan ranjau darat saat berpatroli di Provinsi Sisaket, Senin lalu. Menyusul insiden itu, pemerintah Thailand mengumumkan penangguhan seluruh kesepakatan damai dengan Kamboja yang sebelumnya ditandatangani di Kuala Lumpur pada akhir Oktober.

Kesepakatan tersebut merupakan hasil mediasi Trump dan disaksikan oleh Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim. Trump bahkan menyebut keberhasilan itu sebagai bukti kemampuannya “mengakhiri perang,” sementara Perdana Menteri Kamboja Hun Manet menominasikannya untuk Hadiah Nobel Perdamaian.

Namun, hanya beberapa minggu setelah penandatanganan, hubungan kedua negara kembali memanas.

Versi Kamboja: Tentara Thailand Tembaki Warga Sipil

Kementerian Pertahanan Kamboja menyebut insiden Rabu sore terjadi di wilayah Provinsi Banteay Meanchey, dekat desa perbatasan yang diklaim kedua negara. Juru bicara kementerian, Letnan Jenderal Maly Socheata, mengatakan tentara Thailand melepaskan tembakan ke arah warga sipil pada pukul 15.50 dan kembali sekitar dua jam kemudian.

“Tindakan provokatif Thailand dalam beberapa hari terakhir jelas bertujuan memancing bentrokan dan melanggar deklarasi damai,” ujar Maly dalam pernyataan tertulis.

Menurut Kamboja, satu warga tewas dan tiga lainnya luka-luka.

Versi Thailand: Pasukan Kamboja yang Lebih Dulu Menembak

Militer Thailand membantah tudingan tersebut. Menurut juru bicara Angkatan Darat Mayor Jenderal Winthai Suwaree, tembakan pertama justru berasal dari arah Kamboja di wilayah Provinsi Sa Kaeo sekitar pukul 16.00.

“Pasukan kami berlindung dan melepaskan tembakan peringatan sesuai aturan keterlibatan. Tidak ada korban di pihak Thailand,” kata Winthai.

Bentrok tersebut berlangsung sekitar 10 menit sebelum situasi kembali tenang.

Latar Belakang Sengketa Lama

Kedua negara telah lama berselisih mengenai perbatasan sepanjang 800 kilometer, yang sebagian besar berasal dari peta peninggalan kolonial Prancis atas Kamboja pada awal abad ke-20. Thailand menolak peta tersebut dan menudingnya tidak sesuai dengan kondisi geografis sebenarnya.

Pada Juli lalu, pertempuran lima hari di wilayah yang sama menewaskan puluhan orang dan memaksa sekitar 200.000 warga di kedua sisi perbatasan mengungsi.

Seruan Penyelidikan Internasional

Perdana Menteri Hun Manet mengutuk keras insiden Rabu itu dan menyebutnya sebagai pelanggaran hukum internasional. Ia mendesak dilakukan penyelidikan independen serta menegaskan komitmen Kamboja terhadap perjanjian damai.

“Saya menyerukan agar pihak Thailand segera menghentikan penggunaan kekerasan terhadap warga sipil Kamboja,” tulis Hun Manet di akun Facebook resminya.

Meskipun baku tembak hanya berlangsung singkat, peristiwa ini menjadi sinyal bahwa upaya perdamaian yang digagas Donald Trump kini berada di ambang kegagalan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.