Prancis Peringati 10 Tahun Serangan Teror Paris, Macron Pimpin Upacara di Sejumlah Lokasi

AKURAT.CO Prancis memperingati 10 tahun serangan teror di Paris yang menewaskan 132 orang dengan serangkaian upacara penghormatan yang dipimpin oleh Presiden Emmanuel Macron dan Wali Kota Paris Anne Hidalgo, Kamis (13/11/2025).
Upacara digelar di berbagai lokasi serangan yang terjadi pada 13 November 2015, termasuk di Stade de France di Saint-Denis, sejumlah kafe dan restoran di arondisemen ke-10 dan ke-11, serta gedung konser Bataclan. Macron dan Hidalgo mengheningkan cipta dan meletakkan karangan bunga di setiap lokasi untuk menghormati para korban.
Peringatan akan diakhiri dengan pembukaan taman memorial “Jardin du 13-Novembre”, yang terletak di depan Balai Kota Paris. Taman tersebut memuat nama 132 korban yang diukir di batu granit. Presiden Macron dan Wali Kota Hidalgo dijadwalkan menghadiri seremoni pembukaan pada pukul 18.00 waktu setempat.
Serangan teror yang diklaim oleh kelompok Negara Islam (ISIS) itu dilakukan oleh sembilan pelaku yang bergerak hampir bersamaan. Ledakan bom bunuh diri terjadi di luar Stade de France, sementara penembakan brutal menyasar kafe dan restoran di pusat kota. Tiga pelaku lainnya menyerang gedung konser Bataclan pada pukul 21.47, menewaskan 90 orang sebelum polisi menembak mati mereka.
Dua penyintas serangan yang kemudian meninggal dunia karena bunuh diri juga diakui sebagai bagian dari korban tragedi tersebut.
Pemerintah kota meminta masyarakat untuk memberi ruang bagi keluarga korban selama upacara peringatan berlangsung.
Federasi Sepak Bola Prancis juga akan mengheningkan cipta satu menit sebelum laga kualifikasi Piala Dunia antara Prancis dan Ukraina di Stadion Parc des Princes.
Pada malam sebelum peringatan, warga Paris menyalakan lilin dan menaruh bunga serta pesan di kaki patung Marianne di Place de la République, sementara Menara Eiffel disinari dengan warna bendera nasional Prancis sebagai tanda penghormatan.
Arthur Dénouveaux, penyintas serangan Bataclan sekaligus ketua asosiasi Life for Paris, mengatakan bahwa luka emosional masih dirasakan para korban.
“Luka itu tidak pernah benar-benar sembuh. Kita hanya belajar untuk hidup dengan cara yang berbeda,” ujarnya.
Pengadilan yang berlangsung pada 2021–2022 menjatuhkan hukuman seumur hidup tanpa pembebasan bersyarat kepada Salah Abdeslam, satu-satunya pelaku yang masih hidup, serta vonis bersalah kepada 19 orang lainnya.
Taman memorial yang diresmikan tahun ini dirancang bersama keluarga korban dan organisasi penyintas. Di dalamnya terdapat tanaman yang mewakili lokasi serangan, bangku-bangku untuk refleksi, serta kolam burung dan kotak sarang sesuai permintaan keluarga korban.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Link Twibbon Hari Santri 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Memasangnya
- 4Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 5Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 620 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 7Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 8Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 9Enam Perusahaan Kena Sanksi Karhutla, Total Sudah 32
- 10Prabowo Usut Tuntas Karhutla: Kali Ini Tidak Bisa Ditindak Biasa-biasa Saja








