Akurat

Sejarah dan Arsitektur Benteng Merah Delhi, Jadi Simbol Kekuatan dan Identitas India

Shalli Syartiqa | 12 November 2025, 13:14 WIB
Sejarah dan Arsitektur Benteng Merah Delhi, Jadi Simbol Kekuatan dan Identitas India

AKURAT.CO Benteng Merah Delhi yang juga dikenal sebagai Lal Qila, adalah monumen bersejarah yang menjadi simbol kekuatan dan identitas India​. ​

Dibangun pada abad ke-17 oleh Kaisar Mughal Shah Jahan, benteng ini mencerminkan puncak kreativitas Mughal dan merupakan perpaduan arsitektur Persia dan India.

​Benteng ini telah menyaksikan berbagai peristiwa bersejarah dan masih berdiri megah sebagai salah satu destinasi wisata paling populer di Delhi.

Sejarah Singkat Benteng Merah Delhi

​Benteng Merah, dengan nama resmi Red Fort Complex, berlokasi di Old Delhi, India. ​

Pembangunan benteng ini diprakarsai oleh Kaisar Shah Jahan pada tanggal 12 Mei 1639, menyusul keputusannya untuk memindahkan ibu kota Mughal dari Agra ke Delhi.

​Arsitek yang merancang Benteng Merah adalah Ustad Ahmad Lahori, yang juga dikenal sebagai arsitek Taj Mahal.

​Pembangunannya selesai pada tanggal 6 April 1648, dan benteng ini menjadi kediaman utama kaisar Mughal selama hampir 200 tahun hingga tahun 1856. ​Benteng ini semula dihiasi dengan warna merah dan putih.

​Setelah kematian Kaisar Aurangzeb, struktur administratif dan fiskal dinasti Mughal mengalami kemunduran, menyebabkan kerusakan pada istana selama abad ke-18.

​Pada tahun 1739, Benteng Merah dijarah oleh Nadir Shah dari Kekaisaran Afsharid, yang mengambil banyak karya seni dan perhiasan, termasuk Takhta Merak yang legendaris.

​Setelah Pemberontakan India tahun 1857, banyak struktur marmer di benteng dihancurkan oleh Inggris, meskipun dinding pertahanannya sebagian besar tetap utuh. ​

Setelah kemerdekaan India, Benteng Merah tetap digunakan sebagai kantonmen militer hingga 22 Desember 2003, ketika dialihkan kepada Survei Arkeologi India untuk restorasi dan konservasi.

Arsitektur dan Ciri Khas Benteng Merah

​Benteng Merah adalah contoh arsitektur Mughal yang menonjol dari masa pemerintahan Shah Jahan, memadukan gaya arsitektur Persia dan India. ​

Benteng ini berdiri di area seluas 254,67 hektar dan dikelilingi oleh dinding pertahanan sepanjang 2,41 kilometer.

​Dinding-dinding ini yang diperkuat dengan menara dan bastion memiliki ketinggian bervariasi antara 18 meter (59 kaki) di sisi yang menghadap sungai dan 33 meter (108 kaki) di sisi yang menghadap kota.

​Bentuk benteng ini adalah oktagonal, dengan sumbu utara-selatan lebih panjang daripada sumbu timur-barat.

​Ornamentasi tinggi pada Benteng Merah mencerminkan kekayaan dan kehalusan gaya Shahjahani, yang merupakan perpaduan tradisi seni Persia, Eropa, dan India.

​Motif bunga marmer dan kubah ganda benteng merupakan ciri khas arsitektur Mughal akhir. ​Berlian Kohinoor dilaporkan pernah menjadi bagian dari perabotannya.

Pintu Gerbang Utama

Gerbang Lahori: ​Gerbang ini berfungsi sebagai pintu masuk utama ke Benteng Merah, dinamai karena menghadap ke kota Lahore yang dulunya merupakan bagian dari Kekaisaran Mughal.

Gerbang Delhi: ​Gerbang Delhi adalah pintu masuk publik selatan ke Benteng Merah, dengan tata letak dan tampilan yang mirip dengan Gerbang Lahori. ​Di sisi gerbang ini terdapat dua patung gajah batu seukuran aslinya yang saling berhadapan.

Gerbang Khizrabad: ​Gerbang ini khusus diperuntukkan bagi kaisar.

Struktur Penting Lainnya

Diwan-i-Aam (Aula Audiensi Umum): ​Aula ini digunakan untuk mengatasi masalah resmi yang diajukan oleh rakyat biasa, termasuk masalah hukum seperti pajak dan sengketa warisan. ​Kaisar akan memberikan audiensi dari balkon marmer (jharokha) di bagian belakang aula.

Diwan-i-Khas (Aula Audiensi Pribadi): ​Dibangun dari marmer putih dan dihiasi dengan batu mulia, Diwan-i-Khas adalah ruang untuk membahas masalah resmi dan permintaan bangsawan serta anggota keluarga kerajaan. ​François Bernier pernah menyaksikan Takhta Merak yang bertatahkan permata di sini pada abad ke-17.

Mumtaz Mahal dan Rang Mahal: ​Ini adalah paviliun paling selatan dari istana yang berfungsi sebagai tempat tinggal para wanita. ​Mumtaz Mahal saat ini menjadi museum arkeologi Benteng Merah. ​Rang Mahal, atau "Istana Warna," dinamai dari lukisan dan dekorasinya yang cerah, termasuk mozaik cermin.

Moti Masjid (Masjid Mutiara): ​Masjid ini merupakan tambahan kemudian pada Benteng Merah, dibangun pada tahun 1659 sebagai tempat ibadah pribadi Kaisar Aurangzeb.

Hayat Bakhsh Bagh (Taman Pemberi Kehidupan): ​Terletak di bagian timur laut kompleks, taman ini memiliki paviliun marmer putih di setiap ujung kanal, yang disebut Paviliun Sawan dan Bhadon.

Benteng Merah sebagai Simbol

​Benteng Merah adalah salah satu kompleks arsitektur terpenting di India, yang merangkum sejarah yang kaya dan tradisi seni yang beragam. ​

Sejak tahun 1947, setiap Hari Kemerdekaan India, Perdana Menteri mengibarkan bendera nasional di Gerbang Lahori dan menyampaikan pidato dari benteng, yang disiarkan secara nasional. ​

Benteng ini juga muncul di bagian belakang uang kertas ₹500 seri Mahatma Gandhi baru dari rupee India.

​Benteng Merah diakui sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 2007.

​Namun, benteng ini juga menghadapi tantangan, termasuk serangan teroris pada tahun 2000 dan protestasi petani pada tahun 2021. ​

Selain itu, studi Italo-India pada September 2025 menunjukkan bahwa polusi udara telah mengubah warna benteng dari merah menjadi hitam karena terbentuknya kerak tar hitam.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.