Akurat

Bom Bunuh Diri Guncang Islamabad, 12 Tewas dan 20 Luka: Serangan Terburuk dalam Dua Dekade

Fitra Iskandar | 12 November 2025, 10:17 WIB
Bom Bunuh Diri Guncang Islamabad, 12 Tewas dan 20 Luka: Serangan Terburuk dalam Dua Dekade

 

AKURAT.CO Sedikitnya 12 orang tewas dan lebih dari 20 lainnya luka-luka dalam serangan bom bunuh diri di kompleks pengadilan kota Islamabad, Pakistan, pada Selasa (11/11/2025). Peristiwa ini disebut sebagai serangan paling mematikan di ibu kota Pakistan dalam hampir dua puluh tahun terakhir.

Rekaman video dari lokasi memperlihatkan asap abu-abu dan kobaran api oranye membumbung di atas sebuah mobil yang terbakar di area parkir kompleks peradilan.

Kelompok Jamaat-ul-Ahrar (JuA), faksi dari Tehrik-i-Taliban Pakistan (TTP), mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut melalui pernyataan yang diterima media lokal. Namun, pihak TTP membantah keterlibatan mereka dalam serangan ini.

Lokasi Ledakan dan Kronologi

Menurut Menteri Dalam Negeri Pakistan Mohsin Naqvi, ledakan terjadi di area parkir kompleks pengadilan tinggi Islamabad yang terletak di kawasan dengan tingkat keamanan tinggi dan dikelilingi kantor pemerintahan penting.

Berdasarkan rekaman CCTV, pelaku tampak berusaha masuk ke dalam gedung pengadilan namun gagal melewati pemeriksaan keamanan.

“Dia menunggu di luar. Ketika melihat mobil polisi mendekat, dia langsung meledakkan diri,” kata Naqvi kepada wartawan.

Semua pintu masuk kompleks pengadilan diketahui memiliki sistem pemeriksaan ketat bagi setiap pengunjung.

Sejumlah korban luka dirawat di rumah sakit setempat, termasuk Manzar Abbas, mahasiswa doktoral berusia 32 tahun yang terkena serpihan bom.

“Saya melihat sekitar 40 orang langsung terjatuh setelah ledakan. Saya juga terkena pecahan dan kehilangan banyak darah, tapi syukurlah saya selamat,” ujarnya dari ranjang rumah sakit.

Foto-foto yang beredar menunjukkan mobil polisi hangus terbakar dan petugas forensik memeriksa puing-puing di lokasi kejadian.

Reaksi Pemerintah Pakistan

Presiden Asif Ali Zardari mengutuk keras serangan tersebut dan memerintahkan investigasi menyeluruh.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Khawaja Asif menegaskan bahwa Pakistan kini berada dalam “keadaan perang” melawan terorisme.

“Ini harus menjadi peringatan bagi kita semua. Serangan ini adalah pesan dari Kabul, dan Pakistan memiliki kekuatan penuh untuk meresponsnya,” ujar Asif melalui akun X (Twitter).

Perdana Menteri Shahbaz Sharif juga menuding adanya “proksi teroris India” di balik serangan ini, meski tanpa menyertakan bukti.

Respons Afghanistan dan Komunitas Internasional

Pemerintah Afghanistan melalui Kementerian Luar Negeri menyampaikan belasungkawa dan kecaman terhadap serangan tersebut, namun tidak menanggapi tuduhan dari Islamabad.

Sementara itu, kedutaan besar Amerika Serikat dan Tiongkok di Pakistan juga mengutuk serangan tersebut.

“Amerika Serikat berdiri bersama Pakistan dalam perjuangan melawan terorisme,” ujar Natalie Baker, Kuasa Usaha AS di Islamabad.

Sekretaris Jenderal PBB António Guterres turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan menyerukan penyelidikan penuh atas insiden ini.

Latar Belakang: Serangan Terburuk Sejak 2008

Serangan ini menjadi yang paling mematikan di Islamabad sejak bom bunuh diri di Hotel Marriott pada 2008 yang menewaskan 54 orang.

Pakistan sendiri tengah menghadapi lonjakan kekerasan kelompok Islamis sejak Taliban Afghanistan berkuasa pada 2021. Pemerintah Islamabad menuduh Kabul memberi perlindungan kepada kelompok militan TTP yang beroperasi di wilayah perbatasan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.