Venezuela Kerahkan Militer Besar-besaran Hadapi Peningkatan Aktivitas Kapal Perang AS di Karibia

AKURAT.CO Pemerintah Venezuela mengumumkan pelaksanaan mobilisasi militer besar-besaran sebagai respons atas meningkatnya pengerahan kapal perang dan pasukan Amerika Serikat di Laut Karibia.
Langkah ini melibatkan pasukan darat, udara, laut, dan cadangan, termasuk milisi sipil Bolivarian, yang akan menggelar latihan tempur hingga Rabu mendatang. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Pertahanan Venezuela, Vladimir Padrino López, dalam pernyataan resminya, Selasa (11/11/2025).
Menurutnya, mobilisasi ini merupakan bentuk tanggapan atas apa yang ia sebut sebagai “ancaman imperialis” dari Amerika Serikat.
“Latihan ini bertujuan untuk mengoptimalkan komando, kendali, dan komunikasi, serta memastikan kesiapan pertahanan negara,” ujar Padrino López.
Ia menambahkan bahwa perintah tersebut berasal langsung dari Presiden Nicolás Maduro, dan menjadi bagian dari “Independence Plan 200”, sebuah strategi pertahanan terpadu yang menggabungkan kekuatan militer reguler, polisi, dan milisi rakyat.
Melibatkan Milisi Sipil Warisan Hugo Chávez
Selain pasukan reguler, latihan ini juga melibatkan Milisi Bolivarian, pasukan cadangan sipil yang dibentuk oleh mendiang Presiden Hugo Chávez dan dinamai berdasarkan tokoh revolusi Amerika Latin, Simón Bolívar.
Venezuela memiliki sekitar 123.000 personel militer aktif, sementara Maduro mengklaim milisi sukarela kini berjumlah lebih dari 8 juta anggota, meski para pengamat mempertanyakan akurasi jumlah tersebut dan kesiapan militernya.
AS Perkuat Armada di Karibia
Mobilisasi Venezuela dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara. Pekan ini, angkatan laut Amerika Serikat (AS) mengumumkan kehadiran kapal induk USS Gerald R. Ford—kapal perang terbesar AS—di kawasan operasi US Southern Command, yang mencakup sebagian besar wilayah Amerika Latin.
Kapal induk tersebut dikawal oleh dua kapal perusak rudal berpemandu, USS Bainbridge dan USS Mahan, serta kapal komando pertahanan udara USS Winston S. Churchill. Gugus tempur ini membawa sembilan skuadron udara dan lebih dari 4.000 pelaut.
Selain itu, wilayah Karibia kini juga diperkuat dengan keberadaan 10 jet tempur F-35 dan beberapa drone MQ-9 Reaper yang ditempatkan di Puerto Rico, di mana sekitar 5.000 tentara AS juga bertugas. AS mengklaim penempatan ini bertujuan untuk memerangi perdagangan narkotika dan menghentikan arus penyelundupan obat-obatan ke negaranya.
Kecurigaan Caracas terhadap Niat AS
Namun, pemerintahan Caracas menilai kehadiran besar-besaran militer AS di sekitar wilayahnya sebagai upaya tersembunyi untuk menggulingkan pemerintahan Maduro.
Beberapa pejabat mantan pemerintahan Trump disebut secara pribadi mengakui bahwa strategi Washington memang diarahkan untuk mendorong perubahan rezim di Venezuela.
Pada bulan lalu, mantan Presiden Donald Trump menyatakan telah memberikan izin bagi CIA untuk beroperasi di wilayah Venezuela. Ia juga sempat mengisyaratkan kemungkinan serangan militer, meski kemudian dibantah oleh pejabat pemerintahnya.
Sementara itu, pesawat pembom AS juga tercatat melakukan beberapa misi latihan di dekat pantai Venezuela, termasuk simulasi “serangan udara” pada akhir Oktober.
Kekuatan Militer AS di Kawasan
Dengan kedatangan USS Gerald R. Ford, diperkirakan kini terdapat sekitar 15.000 personel militer AS di kawasan Karibia. Sebelumnya, sebagian besar aset angkatan laut AS sudah berada di wilayah tersebut, termasuk Iwo Jima Amphibious Ready Group dan 22nd Marine Expeditionary Unit yang membawa lebih dari 4.500 marinir dan pelaut.
Gugus itu juga mencakup tiga kapal perusak berpemandu rudal, satu kapal selam serang, satu kapal operasi khusus, dan satu kapal penjelajah rudal, serta pesawat pengintai P-8 Poseidon.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









