Pemerintah AS Terancam Kurangi Kapasitas Penerbangan Akibat Penutupan Pemerintah

AKURAT.CO Menteri Transportasi Amerika Serikat, Sean Duffy, memperingatkan bahwa kapasitas penerbangan di 40 bandara utama di AS akan dikurangi hingga 10 persen dalam beberapa hari ke depan apabila penutupan (shutdown) pemerintahan terus berlanjut.
Kebijakan tersebut, yang hanya akan memengaruhi penerbangan domestik, diambil setelah sejumlah pengatur lalu lintas udara (air traffic controllers) dilaporkan mengalami kelelahan akibat bekerja tanpa gaji. Hal itu disampaikan oleh Kepala Badan Penerbangan Federal (FAA), Bryan Bedford, dalam konferensi pers bersama Duffy, Rabu (5/11/2025) waktu setempat.
Sekitar 1,4 juta pegawai federal, mulai dari pengatur lalu lintas udara hingga petugas taman nasional, saat ini bekerja tanpa bayaran atau menjalani cuti paksa karena Kongres AS belum menyetujui anggaran pendanaan pemerintah.
Serikat pekerja melaporkan banyak pegawai mulai jatuh sakit akibat stres dan sebagian terpaksa mencari pekerjaan tambahan.
Menurut Reuters, pengurangan penerbangan akan dilakukan bertahap, dimulai dengan 4 persen pada Jumat, 5 persen pada Sabtu, dan 6 persen pada Minggu, sebelum mencapai 10 persen pada pekan berikutnya. Daftar bandara yang terdampak akan diumumkan Kamis waktu setempat.
Media AS, termasuk CBS News, melaporkan bahwa bandara yang kemungkinan terdampak antara lain Hartsfield–Jackson Atlanta International, Dallas/Fort Worth International, Denver International, Chicago O’Hare, dan Los Angeles International.
Diperkirakan antara 3.500 hingga 4.000 penerbangan domestik per hari akan dibatalkan, sementara penerbangan internasional tidak akan terpengaruh.
“Kami melihat tekanan yang meningkat pada sistem penerbangan. Jika dibiarkan, kami tidak bisa lagi menjamin keselamatan sistem penerbangan terbaik di dunia,” ujar Bedford.
Duffy menegaskan bahwa penerbangan masih aman, namun pengurangan jadwal dilakukan demi menjaga keselamatan dan efisiensi. Jika situasi shutdown terus berlanjut, FAA tidak menutup kemungkinan akan menerapkan langkah pembatasan tambahan.
Maskapai American Airlines menyatakan masih menunggu informasi lebih lanjut dari FAA untuk menentukan penerbangan mana yang akan dibatalkan. Sementara itu, Southwest Airlines mengatakan sedang menilai dampak pembatasan terhadap operasional mereka dan berjanji akan segera memberi tahu penumpang.
“Kami mendesak Kongres untuk segera mengakhiri kebuntuan ini dan memulihkan sistem penerbangan nasional ke kapasitas penuh,” kata juru bicara Southwest Airlines.
Penutupan pemerintahan ini menjadi yang terpanjang dalam sejarah Amerika Serikat. Sejak dana pemerintah habis pada 1 Oktober lalu, sebagian besar pegawai federal dipulangkan dan dijanjikan akan menerima gaji setelah pemerintah dibuka kembali. Namun, pekerja yang dikategorikan esensial, seperti pengatur lalu lintas udara, tetap harus bekerja tanpa bayaran.
Kondisi ini mulai berdampak pada operasional bandara di berbagai wilayah. Sejumlah penerbangan terpaksa ditunda karena petugas absen, sementara sebagian bandara harus meminjam tenaga dari daerah lain.
Serikat pekerja memperingatkan bahwa krisis ini dapat mencapai “titik jenuh”. Beberapa pengatur lalu lintas udara dilaporkan terpaksa bekerja sambilan sebagai pengemudi rideshare atau pengantar makanan untuk mencukupi kebutuhan hidup.
“Banyak petugas yang bahkan tidak punya uang untuk membeli bensin agar bisa pergi bekerja,” kata Nick Daniels, Presiden Serikat Pekerja Penerbangan AS, kepada CNN.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









