Akurat

Mulai Desember, Anak di Australia Tak Bisa Akses Reddit dan Media Sosial Lainnya

Kumoro Damarjati | 5 November 2025, 16:51 WIB
Mulai Desember, Anak di Australia Tak Bisa Akses Reddit dan Media Sosial Lainnya


AKURAT.CO Pemerintah Australia akan memberlakukan kebijakan baru yang melarang anak di bawah usia 16 tahun memiliki akun media sosial. Kebijakan yang mulai berlaku 10 Desember 2025 ini menjadikan Australia sebagai negara pertama di dunia yang menerapkan larangan semacam itu.

Langkah tersebut bertujuan melindungi anak-anak dari dampak negatif media sosial, seperti paparan konten berbahaya, manipulasi algoritma, dan kecanduan digital.

Kebijakan ini mencakup sembilan platform populer, yakni Facebook, X (Twitter), Instagram, TikTok, YouTube, Snapchat, Threads, serta dua tambahan baru, Reddit dan platform siaran langsung Kick.

Perusahaan Bisa Didenda Hingga Rp530 Miliar

Otoritas Australia menegaskan bahwa perusahaan teknologi wajib menonaktifkan akun pengguna di bawah umur dan mencegah pendaftaran baru. Mereka yang tidak mematuhi aturan ini dapat dikenai denda hingga 50 juta dolar Australia atau sekitar Rp 530 miliar.

Menurut pemerintah, platform yang masuk daftar larangan adalah layanan dengan “tujuan utama atau signifikan sebagai sarana interaksi sosial daring”.

“Menunda akses anak ke media sosial memberi mereka waktu untuk tumbuh dan belajar tanpa pengaruh desain digital yang berbahaya,” ujar Komisioner eSafety Australia, Julie Inman Grant, seperti dikutip dari ABC News.

Menteri Komunikasi Federal Anika Wells menambahkan, larangan ini bukan ditujukan untuk mencapai kesempurnaan, melainkan untuk menciptakan perubahan nyata dalam melindungi anak-anak.

“Platform digital memiliki kendali yang begitu besar terhadap anak-anak. Kami ingin mengurangi dampak buruk itu secara bermakna,” ujarnya.

Platform Edukasi dan Gim Dikecualikan

Beberapa layanan digital tidak termasuk dalam daftar larangan, seperti WhatsApp, Discord, serta platform permainan daring Lego Play dan Roblox. Selain itu, YouTube Kids dan Google Classroom juga tetap diperbolehkan karena dinilai memiliki nilai edukatif.

Sebelumnya, YouTube sempat dikecualikan dari kebijakan ini. Namun, keputusan tersebut diubah setelah pemerintah menemukan bahwa platform berbagi video itu merupakan sumber utama konten berisiko bagi anak berusia 10–15 tahun.

Meski demikian, anak di bawah 16 tahun masih dapat menonton video di YouTube tanpa akun, tetapi tidak diperbolehkan mengunggah konten atau meninggalkan komentar.

Tantangan dan Kritik atas Penerapan

Belum ada penjelasan teknis mengenai cara penerapan kebijakan tersebut. Pemerintah tengah mempertimbangkan penggunaan dokumen identitas resmi, persetujuan orang tua, atau teknologi pengenalan wajah sebagai sistem verifikasi usia.

Namun, sejumlah pakar keamanan digital menyoroti risiko kebocoran data dan ketidakakuratan teknologi verifikasi usia.

Survei menunjukkan sebagian besar warga Australia mendukung kebijakan ini. Akan tetapi, sejumlah psikolog dan pegiat anak menilai larangan total dapat membuat remaja kehilangan ruang interaksi sosial dan mendorong mereka beralih ke platform yang lebih sulit diawasi.

“Daripada melarang, pemerintah seharusnya fokus memperkuat literasi digital anak dan memperketat pengawasan konten berbahaya,” ujar seorang konsultan psikologi anak yang dikutip The Guardian Australia.

Sorotan Dunia terhadap Kebijakan Baru

Kebijakan ini mendapat perhatian internasional karena dianggap dapat menjadi model kebijakan digital global.
Sebagian pihak menilai langkah Australia ini akan menginspirasi negara lain untuk meninjau ulang batas usia penggunaan media sosial.

Bahkan, sebuah keluarga influencer asal Australia mengumumkan kepindahan mereka ke Inggris agar anak mereka yang berusia 14 tahun tetap dapat membuat konten di YouTube.

Pemerintah Australia menyatakan, daftar platform yang dilarang akan terus dievaluasi, mengingat perkembangan teknologi digital yang cepat dan dinamis.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.