Akurat

Update Terbaru dari Gencatan Senjata Israel–Hamas: Pembebasan Sandera dan Trump Datang ke Israel

Fitra Iskandar | 13 Oktober 2025, 08:19 WIB
Update Terbaru dari Gencatan Senjata Israel–Hamas: Pembebasan Sandera dan Trump Datang ke Israel


AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat Donald Trump dijadwalkan tiba di Israel pada Senin pagi waktu setempat menjelang pembebasan 20 sandera yang diperkirakan dilakukan dalam tiga gelombang. Pembebasan tahap pertama dan kedua akan berlangsung pukul 08.00 waktu setempat (01.00 ET), sementara tahap ketiga digelar satu jam kemudian di lokasi berbeda.

Setibanya di Israel, Trump dijadwalkan bertemu dengan keluarga para sandera dan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Ia juga akan berpidato di hadapan parlemen Israel (Knesset) sebelum melanjutkan perjalanan ke Mesir untuk menghadiri KTT mengenai Gaza bersama para pemimpin lebih dari 20 negara.

Persiapan Pembebasan Sandera

Di Tel Aviv, persiapan pembebasan sandera tengah berlangsung. Warga berkumpul di Lapangan Sandera yang akan menayangkan siaran langsung pembebasan mulai pukul 04.00 waktu setempat. Sebelumnya, musisi Amerika berdarah Yahudi, Kosha Dillz, menghibur para penonton.

Menurut Kantor Perdana Menteri Israel, setelah para sandera tiba kembali di Israel, ratusan tahanan Palestina akan dibebaskan dan digiring menuju Gaza sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata.

Trump: “Perang Telah Berakhir”

Dalam perjalanan menuju Israel di pesawat Air Force One, Trump menyatakan optimisme bahwa gencatan senjata Israel–Hamas akan bertahan lama. “Saya pikir ini akan bertahan. Perang telah berakhir,” ujarnya kepada wartawan. Ia menambahkan bahwa kedua pihak “lelah berkonflik” dan ingin mengakhiri perang yang telah berlangsung selama berabad-abad.

Trump juga memuji peran Netanyahu dalam mengelola situasi. “Ia adalah presiden masa perang yang sangat baik. Saya pikir dia adalah orang yang tepat untuk saat ini,” katanya.

Bantuan Kemanusiaan Mengalir ke Gaza

Sementara itu, konvoi bantuan kemanusiaan terus bergerak menuju Jalur Gaza. Al-Qahera News yang berafiliasi dengan pemerintah Mesir melaporkan bahwa puluhan truk bantuan berjejer di sisi Mesir dari Perlintasan Rafah, menunggu izin masuk ke wilayah Gaza.

Konvoi “Zad Al-Izza” ke-48 yang dikoordinasikan Bulan Sabit Merah Mesir membawa ribuan ton bahan makanan, perlengkapan medis, serta tenda dan selimut. Bantuan tersebut dikirim bekerja sama dengan Bulan Sabit Merah Palestina dan badan-badan PBB untuk memastikan penyaluran tepat sasaran.

PBB Catat “Kemajuan Nyata” di Gaza

Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) melaporkan adanya kemajuan signifikan sejak gencatan senjata diberlakukan pada Jumat lalu. Untuk pertama kalinya sejak Maret, gas untuk memasak, daging beku, buah segar, tepung, dan obat-obatan berhasil masuk ke Gaza.

“PBB dan mitra kami telah mendistribusikan ratusan ribu makanan hangat dan roti di utara dan selatan Gaza,” kata OCHA dalam pernyataannya. Israel juga dikabarkan menyetujui tambahan 190.000 metrik ton bantuan, termasuk bahan bangunan, obat-obatan, dan pasokan penting lainnya.

OCHA menegaskan bahwa langkah ini baru awal dari rencana 60 hari untuk menjangkau hampir seluruh penduduk Gaza dengan bantuan dan layanan kemanusiaan.

Kontroversi di Parlemen Israel

Meski gencatan senjata mendapat sambutan luas, sejumlah anggota parlemen sayap kanan Israel menolak menghadiri pidato Trump di Knesset sebagai bentuk protes. Mereka menilai kesepakatan gencatan senjata sebagai “kemenangan palsu” yang memberi ruang bagi Hamas dan pengaruh negara lain di Gaza.

Amit Halevi dari partai Likud, Limor Son Har-Melech dari Otzma Yehudit, dan Avi Maoz dari partai Noam termasuk di antara anggota yang menolak hadir. “Seseorang harus buta untuk percaya bahwa sesuatu yang baik bisa lahir dari inisiatif ini,” kata Maoz.

Netanyahu: “Era Baru bagi Israel”

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyebut pembebasan sandera dan gencatan senjata ini sebagai awal dari “era baru” bagi Israel. “Ini adalah jalan menuju penyembuhan dan pembangunan kembali,” ujarnya.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.