Israel Mulai Tarik Pasukan dari Gaza, Gencatan Senjata 72 Jam Pembebasan Sandera Dimulai

AKURAT.CO Militer Israel mulai menarik pasukannya dari Jalur Gaza pada Jumat (10/10/2025) waktu setempat, menandai dimulainya tahap pertama gencatan senjata yang disepakati dengan kelompok Hamas. Penarikan ini juga membuka periode 72 jam untuk pembebasan para sandera yang masih ditahan di Gaza.
Utusan khusus Presiden Amerika Serikat (AS) untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, mengumumkan hal tersebut melalui platform X, dengan mengutip laporan dari Pentagon. Ia menyebut bahwa Israel Defense Forces (IDF) telah menyelesaikan penarikan tahap awal hingga ke “garis kuning” pada pukul 12.00 waktu setempat.
“Periode 72 jam untuk pembebasan para sandera telah dimulai,” tulis Witkoff, dikutip dari AFP dan Al Arabiya, Sabtu (11/10/2025).
Bagian dari Rencana Gencatan Senjata Gaza
Langkah ini merupakan bagian dari rencana gencatan senjata Gaza yang diusulkan oleh Presiden AS Donald Trump dan disetujui kedua pihak pada Rabu (8/10) lalu.
Dalam tahap pertama, Israel menarik pasukannya dari sebagian wilayah Gaza, sementara Hamas diwajibkan membebaskan seluruh sandera — baik yang masih hidup maupun yang telah tewas — dalam waktu 72 jam setelah penarikan selesai.
Sebagai imbalannya, Israel akan membebaskan sekitar 2.000 tahanan Palestina, termasuk 250 orang yang sedang menjalani hukuman seumur hidup.
Trump menjelaskan, setelah tahap pertama selesai, gencatan senjata akan dilanjutkan ke tahap kedua, yang meliputi pembentukan pemerintahan baru di Jalur Gaza tanpa keterlibatan Hamas, pembentukan pasukan keamanan gabungan warga Palestina dan negara-negara Arab-Muslim, serta perlucutan senjata Hamas.
Trump Yakin Gencatan Senjata Akan Bertahan
Presiden Trump menyatakan keyakinannya bahwa kesepakatan ini akan menjadi langkah menuju perdamaian jangka panjang di Timur Tengah.
“Saya pikir ini akan bertahan. Mereka semua sudah lelah bertempur,” kata Trump kepada wartawan di Washington.
Trump menambahkan bahwa dirinya akan mengunjungi Israel dan Mesir pada akhir pekan ini untuk bertemu sejumlah pemimpin regional. Ia juga dijadwalkan berpidato di parlemen Israel serta menghadiri pertemuan di Kairo pada Senin (13/10) untuk membahas masa depan Gaza.
Menurut Trump, gencatan senjata ini menjadi awal dari stabilitas yang lebih luas di kawasan.
“Masih ada beberapa titik panas kecil, tetapi sangat kecil dan akan mudah dipadamkan,” ujarnya.
Dukungan Negara-Negara Arab dan Muslim
Dalam pernyataan resmi yang dikutip dari Anadolu Agency, Trump mengucapkan terima kasih kepada para pemimpin Qatar, Mesir, Arab Saudi, Yordania, Turki, dan Indonesia atas dukungan mereka terhadap kesepakatan gencatan senjata tersebut.
Trump secara khusus memuji Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan yang disebutnya “secara pribadi terlibat” dalam komunikasi dengan Hamas.
“Presiden Erdogan luar biasa. Ia bekerja langsung untuk memastikan Hamas mematuhi kesepakatan,” ucap Trump.
Ia juga menyebut Indonesia sebagai negara yang berperan positif dalam diplomasi kawasan.
“Indonesia sungguh fantastis. Dunia benar-benar bersatu untuk mewujudkan perdamaian ini,” katanya.
Rencana Rekonstruksi Gaza
Dalam tahap rekonstruksi, Trump mengatakan sejumlah negara kaya di Timur Tengah akan membantu pembangunan kembali Gaza.
“Kekayaan luar biasa di kawasan itu hanya perlu sebagian kecil saja untuk menghidupkan kembali Gaza,” ujarnya.
Trump meyakini bantuan ekonomi dan keamanan dari negara-negara Arab akan menciptakan “keajaiban pembangunan” di wilayah yang telah hancur akibat konflik panjang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









