Skandal Jam Rolex, Presiden Peru Dina Boluarte Dipecat dari Jabatannya

AKURAT.CO Presiden Peru Dina Boluarte resmi dicopot dari jabatannya oleh Kongres Peru pada Kamis (9/10/2025) malam waktu setempat. Pemungutan suara berlangsung sengit dan melibatkan partai-partai dari berbagai spektrum politik yang sama-sama menyerukan pemecatannya.
Boluarte diberhentikan dengan alasan “ketidakmampuan moral permanen” setelah berbulan-bulan menghadapi penyelidikan terkait dugaan korupsi, penyuapan, dan keterlibatannya dalam aksi kekerasan berdarah terhadap demonstran pada tahun 2022.
Diselidiki karena Dugaan Korupsi dan Penyuapan
Dina Boluarte, yang menjabat sejak Desember 2022, sempat diselidiki karena dugaan menerima suap berupa jam tangan mewah Rolex dan perhiasan dari pengusaha. Ia juga dituduh menyalahgunakan kendaraan kepresidenan untuk membantu seorang politisi buronan.
Selain itu, skandal lain yang mencuat adalah laporan bahwa Boluarte meninggalkan jabatannya selama hampir dua minggu pada 2023 untuk menjalani operasi plastik hidung, tanpa izin resmi dari Kongres.
Ia berdalih bahwa operasi itu penting untuk kesehatannya, namun dokter bedahnya justru menyebut tindakan itu hanyalah prosedur kosmetik.
Boluarte membantah seluruh tuduhan tersebut dan menyebut pemecatannya sebagai langkah politik untuk menjatuhkannya.
Digantikan oleh Ketua Kongres
Setelah pemungutan suara, Presiden Kongres José Jerí Oré (38 tahun) ditunjuk sebagai presiden sementara Peru. Sesuai konstitusi, ia kini wajib mengadakan pemilihan umum baru untuk memilih presiden pengganti secara permanen.
Presiden Wanita Pertama yang Akhirnya Tersandung Skandal
Dina Boluarte sebelumnya membuat sejarah sebagai presiden perempuan pertama Peru, menggantikan Pedro Castillo yang dimakzulkan pada akhir 2022 setelah berusaha membubarkan parlemen dan membentuk pemerintahan darurat.
Namun, masa kepemimpinannya justru dipenuhi skandal dan krisis. Lebih dari 60 orang tewas dalam aksi protes besar-besaran yang pecah usai penggulingan Castillo. Kasus itu kini menjadi salah satu penyelidikan terbesar terhadap pelanggaran HAM di Peru.
Partai Pendukung Balik Menentang
Menurut laporan Reuters, bahkan partai-partai konservatif yang sebelumnya mendukung Boluarte kini berbalik arah.
Dua partai besar, Popular Renewal yang dipimpin Rafael Lopez dan Popular Force yang dipimpin Keiko Fujimori, turut mendukung pemecatannya dalam pemungutan suara Kamis malam.
Peru Dihantam Krisis Politik dan Keamanan
Pemecatan Boluarte menambah panjang daftar presiden Peru yang terjerat kasus hukum. Sejak tahun 2000, tujuh presiden Peru telah diadili atas tuduhan korupsi atau pelanggaran hak asasi manusia. Satu di antaranya bahkan bunuh diri saat hendak ditangkap polisi.
Selain krisis politik, Peru juga tengah menghadapi gelombang kejahatan yang meningkat tajam. Awal tahun ini, pemerintah bahkan sempat menetapkan status darurat di ibu kota Lima dan provinsi Callao setelah pembunuhan seorang musisi terkenal memicu ketegangan publik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Harimau Siberia Tewaskan Pengunjung di Inggris, Berakhir Disuntik Mati?
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini







