Akurat

Israel Deportasi 137 Relawan Global Sumud Flotilla, Para Aktivis Ceritakan Kekerasan

Kumoro Damarjati | 5 Oktober 2025, 17:03 WIB
Israel Deportasi 137 Relawan Global Sumud Flotilla, Para Aktivis Ceritakan Kekerasan

 

AKURAT.CO Sebanyak 137 relawan Global Sumud Flotilla akhirnya tiba di Istanbul, Turki, setelah dideportasi oleh otoritas Israel. Para aktivis internasional itu mengaku mendapat perlakuan kasar, bahkan ada yang menyebut mereka “diperlakukan seperti binatang.”

Armada Bantuan untuk Gaza Diblokade

Armada Global Sumud Flotilla berlayar sejak bulan lalu untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Gaza yang masih dilanda perang. Kapal tersebut membawa bantuan, politisi, dan aktivis dari berbagai negara, termasuk aktivis lingkungan asal Swedia, Greta Thunberg.

Namun, armada itu dicegat oleh militer Israel di perairan internasional. Lebih dari 400 orang di atas kapal ditahan sebelum mulai dideportasi pada Jumat (3/10). Dari jumlah itu, 137 aktivis dari 13 negara, termasuk 36 warga negara Turki, diterbangkan ke Istanbul menggunakan pesawat Turkish Airlines yang disewa khusus.

Sambutan Haru di Istanbul

Setibanya di Bandara Istanbul, para aktivis disambut keluarga dan pendukung mereka yang membawa bendera Turki dan Palestina sambil meneriakkan yel-yel “Israel pembunuh!”.
Para aktivis asal Turki langsung menjalani pemeriksaan medis dan dijadwalkan memberikan kesaksian di pengadilan pada Minggu (5/10).

Kesaksian Para Aktivis

Politisi Italia Paolo Romano, salah satu peserta misi kemanusiaan tersebut, menggambarkan bagaimana kapal mereka diserang dengan meriam air sebelum pasukan Israel bersenjata lengkap naik ke kapal.

“Kami dipaksa berlutut, tengkurap, dan jika bergerak kami dipukul. Mereka menertawakan dan menghina kami,” ujar Romano di Bandara Istanbul.

Ia menambahkan, tentara Israel juga mencoba memaksa para aktivis untuk mengaku masuk ke wilayah Israel secara ilegal, padahal mereka berada di perairan internasional.

“Kami tidak pernah memasuki wilayah Israel. Kami berada di laut internasional, dan itu hak kami,” tegasnya.

Romano juga menyebut para aktivis ditahan di penjara tanpa diberi air minum kemasan serta mengalami intimidasi sepanjang malam.

“Mereka membuka pintu dan berteriak sambil menodongkan senjata untuk menakut-nakuti kami. Kami diperlakukan seperti binatang,” tambahnya.

“Pengalaman Terburuk”

Aktivis asal Malaysia, Iylia Balqis (28), menyebut pencegatan Israel itu sebagai pengalaman paling buruk dalam hidupnya.

“Kami diborgol, dipaksa tengkurap, tidak diberi air dan obat-obatan. Banyak yang mengalami luka dan kelelahan,” katanya.

Sementara itu, jurnalis Italia Lorenzo D’Agostino, yang ikut meliput misi tersebut, mengatakan para aktivis ditangkap di perairan internasional, sekitar 88 kilometer dari Gaza.

“Kami diculik di laut dan ditahan selama dua hari di penjara. Kami baru bebas berkat tekanan publik internasional yang mendukung Palestina,” ujarnya.

Israel Sebut Para Aktivis ‘Provokator’

Dalam pernyataannya di platform X (Twitter), Kementerian Luar Negeri Israel mengonfirmasi telah mendeportasi para aktivis tersebut.

“Sebanyak 137 provokator dari armada Hamas-Sumud telah dideportasi hari ini ke Turki. Israel berupaya mempercepat deportasi seluruh provokator,” tulis pernyataan resmi itu.

Mereka yang dideportasi berasal dari Amerika Serikat, Italia, Inggris, Swiss, Yordania, dan beberapa negara lainnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.