Demo Pro-Sumud Flotilla di Jenewa Ricuh, Lima Polisi Terluka

AKURAT.CO Kepolisian Swiss melaporkan lima anggotanya terluka dalam bentrokan dengan pengunjuk rasa pro-Gaza di Jenewa. Insiden itu terjadi pada Kamis (2/10) malam ketika demonstrasi yang awalnya berlangsung damai berubah ricuh.
Sekitar 3.000 orang berpartisipasi dalam aksi solidaritas mendukung armada Global Sumud Flotilla yang dicegat Israel saat berlayar menuju Gaza. Massa memadati pusat kota Jenewa hingga menyebabkan kemacetan lalu lintas sebelum ketegangan meningkat saat mereka mendekati sebuah jembatan.
Polisi terpaksa menggunakan gas air mata dan meriam air untuk membubarkan kerumunan. Rekaman yang beredar memperlihatkan aparat menyemprotkan air ke arah demonstran, suar menyala di tengah kerumunan, dan polisi antihuru-hara bergerak menghalau massa.
Dalam pernyataan resminya pada Jumat (3/10), kepolisian menyebut satu orang telah ditangkap, sementara penyelidikan atas kerusuhan masih berlanjut. “Gas air mata dan meriam air diperlukan untuk mengendalikan situasi. Para pengunjuk rasa melemparkan benda-benda dan merusak properti,” ujar juru bicara polisi.
Konfrontasi besar seperti ini tergolong jarang terjadi di Swiss. Namun, sejak intersepsi Israel terhadap armada Sumud Flotilla pekan ini, gelombang aksi solidaritas pro-Gaza terus meluas di Jenewa, Zurich, Bern, bahkan hingga Italia dan Kolombia.
Sebelumnya, pasukan Israel mencegat sekitar 40 kapal dalam armada terbaru yang membawa lebih dari 450 aktivis asing, termasuk aktivis iklim asal Swedia Greta Thunberg dan sejumlah warga Swiss. Armada tersebut berlayar dari Spanyol dengan misi menyalurkan bantuan ke Jalur Gaza yang berada di bawah blokade Israel.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









