Akurat

Internet Afghanistan Pulih Sebagian Setelah Dua Hari Dipadamkan Taliban

Kumoro Damarjati | 2 Oktober 2025, 09:11 WIB
Internet Afghanistan Pulih Sebagian Setelah Dua Hari Dipadamkan Taliban

AKURAT.CO Internet Afghanistan dilaporkan kembali pulih sebagian usai pemadaman telekomunikasi nasional yang berlangsung selama dua hari. Informasi ini disampaikan lembaga pemantau konektivitas global, NetBlocks, pada Rabu (1/10).

Menurut NetBlocks, gangguan besar tersebut terjadi setelah otoritas Taliban menerapkan aturan baru terkait “amoralitas” yang ditujukan kepada operator telekomunikasi. Pemadaman internet dilakukan secara bertahap, berawal dari larangan penggunaan jaringan serat optik di Provinsi Balkh, Afghanistan utara, yang diberlakukan langsung atas perintah Pemimpin Tertinggi Taliban, Hibatullah Akhundzada, sejak bulan lalu.

Seorang juru bicara gubernur provinsi saat itu menyatakan bahwa langkah pemblokiran internet Afghanistan dilakukan untuk mencegah “kejahatan”, dengan janji bahwa alternatif lokal akan dikaji lebih lanjut. Namun, kebijakan ini justru memicu keresahan luas di tengah masyarakat, yang khawatir terisolasi dari dunia luar.

“Kami semua kecewa dan bingung ketika pemadaman dimulai. Dua minggu lalu Wi-Fi tiba-tiba padam, lalu menyusul data dan panggilan telepon juga terputus tiga hari yang lalu. Saat itu kami benar-benar ketakutan,” kata Zahra, seorang guru teknologi informasi berusia 27 tahun yang mengajar coding kepada 35 siswi di kelas rahasia, kepada ABC News.

Zahra, yang identitas aslinya disamarkan demi keamanan, menambahkan bahwa pemutusan internet Afghanistan mengancam keberlangsungan pendidikan daring yang menjadi satu-satunya jalan bagi banyak anak perempuan setelah Taliban menutup sekolah bagi siswi di atas kelas enam.

Misi Bantuan PBB di Afghanistan (UNAMA) turut menyoroti persoalan ini. Dalam pernyataannya pada Selasa (30/9), UNAMA menyebut sejak 16 September telah terjadi gangguan akses internet di berbagai wilayah, termasuk Kabul. Puncaknya, pada malam 29 September, internet dan layanan seluler diputus secara serentak di ibu kota maupun di sejumlah provinsi tanpa pemberitahuan.

UNAMA memperingatkan bahwa pemadaman internet Afghanistan berdampak luas, mulai dari semakin mengisolasi perempuan dan anak perempuan, menghambat akses layanan darurat dan medis, mengganggu sektor penerbangan, hingga membatasi pengiriman uang keluarga dari luar negeri.

“Kami mengambil banyak risiko demi mengadakan kelas rahasia ini. Pemadaman jangka pendek mungkin masih bisa diatasi, tapi jika internet Afghanistan diputus dalam jangka panjang, kami tidak akan mampu bertahan,” ujar Zahra.

Sejumlah pengguna media sosial juga menekankan bahwa internet yang tidak stabil semakin menyulitkan anak perempuan untuk mengikuti kelas daring. Padahal, pembelajaran online adalah harapan terakhir mereka untuk tetap memperoleh pendidikan.

UNAMA mendesak Taliban segera memulihkan akses internet Afghanistan secara penuh, dengan menekankan bahwa larangan atau pembatasan konektivitas tidak hanya menutup akses informasi, tetapi juga melanggar kebebasan berekspresi masyarakat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.