Taiwan Klarifikasi Isu Pembagian Produksi Chip 50-50 dengan AS

AKURAT.CO Pemerintah Taiwan membantah laporan bahwa mereka telah menyepakati untuk memproduksi setengah dari semikonduktor (chip) di Amerika Serikat. Klarifikasi ini disampaikan Wakil Perdana Menteri Cheng Li-jung usai kembali dari kunjungan ke Washington, Rabu (1/10).
Cheng menegaskan bahwa tim negosiasi Taiwan tidak pernah membuat komitmen 50-50 dalam pembagian produksi chip dengan AS. Menurutnya, isu tersebut bahkan tidak dibahas dalam pertemuan terakhir.
“Saya rasa itu hanya usulan dari pihak AS. Tim kami tidak pernah berkomitmen pada pembagian 50-50, dan kami tidak akan menyetujui persyaratan tersebut. Jadi masyarakat bisa tenang,” ujar Cheng, dikutip dari Central News Agency.
Pernyataan ini muncul setelah Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick, mengklaim bahwa dirinya telah mengusulkan pembagian produksi chip 50-50 kepada Taiwan.
Fokus pada Kerja Sama Dagang
Cheng menambahkan, diskusi dengan AS lebih banyak membahas soal tarif timbal balik dan kerja sama rantai pasokan. Jika tercapai konsensus penuh, kedua belah pihak berencana menggelar pertemuan singkat untuk memfinalisasi kesepakatan perdagangan.
Saat ini, ekspor Taiwan ke Amerika Serikat masih dikenakan tarif sebesar 20%.
Peran Taiwan di Industri Semikonduktor
Taiwan dikenal sebagai produsen semikonduktor terbesar di dunia, dengan kontribusi lebih dari separuh pasokan global. Sebagian besar ekspornya ke AS berupa produk teknologi informasi dan komunikasi, termasuk chip yang menjadi tulang punggung industri digital dan elektronik modern.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









