Taliban Tolak Tuntutan Trump Soal Pangkalan Udara Bagram: Tak Sejengkal pun!

AKURAT.CO Taliban menolak tegas permintaan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk menyerahkan kembali pangkalan udara Bagram. Penguasa Afghanistan itu menegaskan kedaulatan penuh atas wilayahnya.
Bagram Bernilai Strategis dan Simbolis
Bagram terletak sekitar 50 kilometer di utara Kabul dan pernah menjadi instalasi militer AS terbesar di Afghanistan. Selama dua dekade perang melawan teror, Bagram berfungsi sebagai pusat operasi melawan Taliban dan al-Qaeda, sekaligus lokasi penahanan ribuan tahanan tanpa dakwaan.
Kini, Bagram memiliki arti strategis karena posisinya yang dekat dengan Tiongkok dan penting bagi pengawasan keamanan regional. Sejak pasukan AS mundur pada 2021, fasilitas ini berada di bawah kendali penuh Taliban.
Respons Taliban: Tidak Ada Perundingan
Kepala Staf Kementerian Pertahanan Afghanistan, Fasihuddin Fitrat, menegaskan tidak ada pembicaraan apa pun mengenai pengembalian Bagram.
“Kami meyakinkan rakyat Afghanistan bahwa tidak akan ada kesepakatan atas sejengkal pun tanah kami,” kata Fitrat kepada Tolo News, Minggu (21/9).
Taliban juga merujuk pada Perjanjian Doha 2020, di mana AS berjanji tidak akan mengancam atau mencampuri urusan internal Afghanistan. Pemerintahan Kabul menegaskan kebijakan luar negeri yang “seimbang dan berorientasi ekonomi” tetap dijalankan berdasarkan prinsip Islam.
Trump Mengancam
Donald Trump sebelumnya mendesak agar pangkalan tersebut “dikembalikan” kepada AS.
“Jika Afghanistan tidak mengembalikan Pangkalan Udara Bagram kepada mereka yang membangunnya, Amerika Serikat, hal-hal buruk akan terjadi!” tulis Trump di media sosial.
Trump juga menekankan pentingnya Bagram bagi pemantauan aktivitas Tiongkok, menyebut lokasinya hanya “satu jam” dari area pembuatan senjata nuklir negeri itu.
Penolakan Taliban diperkirakan memperpanjang ketegangan AS–Afghanistan, terutama terkait kepentingan strategis Washington di Asia Tengah. Perselisihan ini menjadi ujian komitmen AS terhadap Perjanjian Doha sekaligus menguji kemampuan Taliban menjaga hubungan konstruktif dengan negara-negara lain, termasuk Tiongkok.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 2Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 3Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 4Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 5Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 6Prediksi Skor Bali United vs Garudayaksa 21 Oktober 2026: Serdadu Tridatu Diunggulkan?
- 7Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 820 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 9Enam Perusahaan Kena Sanksi Karhutla, Total Sudah 32
- 10Prabowo Usut Tuntas Karhutla: Kali Ini Tidak Bisa Ditindak Biasa-biasa Saja







