Akurat

Bencana Tanah Longsor Sabah Malaysia 2025: Belasan Tewas, Ribuan Mengungsi

Kumoro Damarjati | 16 September 2025, 13:02 WIB
Bencana Tanah Longsor Sabah Malaysia 2025: Belasan Tewas, Ribuan Mengungsi

AKURAT.CO Sabah, Malaysia, diguncang bencana tanah longsor dan banjir besar pada Senin, 15 September 2025. Hingga kini, sedikitnya 12 orang tewas dan ribuan lainnya mengungsi. Salah satu korban paling menyita perhatian adalah Kemiey Asphereynda Benny, bocah 10 tahun yang ditemukan meninggal setelah 18 jam pencarian di Kota Papar.

Kemiey menjadi korban terakhir dari satu keluarga. Sebelumnya, ibunya Wong Moi Ling (34) dan adiknya Christen Kell Benny (6) ditemukan lebih dulu hanya berselang beberapa menit. Tim penyelamat yang menerima laporan darurat pukul 09.20 mendapati rumah keluarga itu sudah rata dengan tanah.

Direktur Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Sabah, Mohd Pisar Aziz, mengatakan korban pertama ditemukan pukul 16.20, korban kedua pukul 16.25, dan Kemiey pada 20.45. Meski petugas pemadam kebakaran, tentara, dan polisi bekerja tanpa henti di tengah hujan deras, ketiganya dipastikan meninggal di lokasi.

Rangkaian Longsor di Papar dan Sekitarnya

Tragedi serupa juga menimpa Kampung Mook, Papar, menewaskan Emily Johnny (38) dan putranya Xarell Myre Aristotle (11). Suami korban bahkan sempat merekam permohonan bantuan dalam video 26 detik yang viral sebelum menemukan jenazah istri dan anaknya.

Peristiwa paling mematikan terjadi di Kampung Cenderakasih, ketika 11 anggota keluarga tertimbun longsor yang meratakan rumah kayu mereka di lereng bukit. Empat orang selamat—tiga pria dan satu wanita—sementara tujuh lainnya, termasuk empat anak, tewas.

Proses evakuasi berlangsung sepanjang 15 September. Korban pertama diidentifikasi sebagai Husaima Sarabani (40), disusul Abdul Halid (50), dan anak-anak mereka: Muhammad Izzan (7), Siti Katijah (4), Muhamad Khan (2), Nur Iman (9), serta korban terakhir Maslinah Abdul Halid (24).

Korban dan Pengungsi Terus Bertambah

Bencana longsor Sabah ini telah menelan korban sejak awal September. Pada 11 September, seorang pria 97 tahun meninggal di Kampung Sarapung, Penampang, ketika rumah semi-permanennya tertimbun longsor.

Menurut Pasukan Pertahanan Sipil, jumlah pengungsi akibat banjir dan tanah longsor Sabah telah mencapai 2.468 orang dari 656 keluarga di 95 desa. Distrik dengan pengungsi terbanyak adalah Penampang (958 orang), disusul Membakut (611), Putatan (456), Beaufort (273), dan Papar (170). Untuk menampung korban, pemerintah membuka 20 pusat bantuan sementara di lima distrik tersebut.

Pemerintah Fokus pada Penanggulangan

Ketua Menteri Sabah Hajiji Noor mengumumkan pembatalan perayaan Hari Malaysia tingkat negara bagian pada 16 September agar fokus pada mobilisasi bantuan. Ia juga memerintahkan Komite Penanggulangan Bencana Negara tetap siaga mengingat cuaca yang masih sulit diprediksi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.